Bisnis Rumah Murah, Mantu Jokowi Dinyinyirin

Klik untuk perbesar
Menantu Jokowi Bobby Nasution (kedua kiri), menyusuri kawasan Istana Bogor, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat bersama keluarga Jokowi, Sabtu (8/12). (Foto: Randy Tri Kurniawan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gara-gara ikut menggarap proyek rumah subsidi di Sukabumi, menantu Jokowi: Bobby Nasution jadi omongan warganet. Banyak yang nyinyir. Tak sedikit pula yang membela suami Kahiyang Ayu ini.  

Seperti diketahui, perusahaan properti milik Bobby, PT Wirasena Citra Reswara (WCR) tengah menggarap proyek Perumahan Sukabumi Sejahtera I. Lokasi di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar. Lewat PT WCR, Bobby akan membangun 1.800 unit rumah di atas lahan 15 hektar. Tahap awal, hunian yang dibangun sekitar 500 unit rumah.
Sementara untuk program kredit kepemilikan rumah (KPR), PT WCR bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Sementara BTN, membantah pihaknya memberi keistimewaan buat PT WCR. “Dalam menjalankan bisnisnya, BTN tunduk pada aturan yang berlaku, agar seluruh proses bisnis dapat berjalan sesuai dengan GCG,” tegas Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul.

Berita Terkait : Beresin Kebakaran Hutan, Jokowi Main Keras

Di Twitter, banyak yang menyayangkan keikutsertaan Bobby dalam proyek pemerintah. Akun @yhadian menilai, ini rentan konflik kepentingan. “Harusnya keluarga dekat Jokowi, apalagi menantu, jangan ikut-ikutan proyek pemerintah,” cuitnya diamini kecurigaan @marierteman. “Mungkinkah nepotisme & kolusi dalam pembangunan 1.800 unit rumah bersubsidi tidak berujung pada Korupsi?” tanyanya. Tweeps @dodgeduh_ menjawab. “Gak mungkin sih pas lelang ngga bilang.... Ohh ini perusahaannya mantu Pak Jokowi,” kicaunya.

Politisi Partai Demokrat lewak akunnya @Ferdinand_Haean heran. “Perumahan ini kerja sama dengan BUMN Perbankan. Lantas dalam kapasitas sebagai apa menantu Jokowi meresmikan ini? Semakin amburadul,” cuit Ferdinand disambut sindiran @ronavioleta. “Oooo. Untung mantunya JKW. Coba kalo anak, cucu dan mantu nya Pak Harto atau SBY. Udah habis dibully sama cebi. Dibilang KKN lah. Apalah.”


Netizen lainnya menganggap, terlibatnya Bobby dalam proyek pemerintah boleh saja. Asal jangan mengklaim, keluarga Jokowi tak ada yang ikut proyek pemerintah. Seperti dalam kicauan akun @awemany. “Fixed ya. Mantunya Jokowi menggarap proyek pemerintah. Boleh aja. Tapi berhenti tepuk dada untuk bilang keluarga Jokowi ngga cari duit dari negara,” kicaunya dibenarkan oleh @faridaliee. “Sah-sah  aja sih, tapi ya itu bener jangan sok-sokan nyombongin gak ada keluarganya yang terlibat proyek pemerintah.”

Berita Terkait : Jokowi Riang Gembira

Sementara, banyak pula warganet yang menilai wajar. Sah-sah saja Bobby sebagai pengusaha developer mendapat proyek ini. “Maaf om, salahnya menantu jokowi di perusahaan developer apa ya?" tanya akun @Nastarsyawalan senada dengan @anggurasem. "Ada yang salah kalo menantu jokowi menggarap proyek? Gak ada. Itu kan hak semua orang untuk berusaha.”
Warganet @inved_77 turut menjelaskan. “Woi kampret kalo dia sebelum jadi mantu emang udah kaya raya di Medan. Maen-maenlah kesana, liat perkebunan sawitnya, properti juga udah bisnis dari dulu bukan bawa Jokowi.” 

Netizen pemilik akun @irwanka menjelaskan lebih jauh. "Goblok itu jangan kamu pelihara. Bobby itu adalah Komisaris dari developer yang membangun perumahan tersebut. Komisaris sejak sebelum jadi menantu Pak Jokowi. Pembangunan perumahan tersebut menggunakan fasilitas kredit BTN bagi pembelinya.” Sementara tweeps @fadhlierlanda berusaha netral. “Sebenernya anggota keluarga Jokowi kalau mau ikut proyek ya silakan asal bagus.”

Soal proyek ini, Bupati Sukabumi Marwan Hamami merasa terbantu dengan pembangunan rumah murah yang dilakukan Bobby. Ini bentuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat. “Pasti mendukung, karena membantu pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat,” ucap Marwan, seperti dilansir Kantor Berita RMOLJabar. Malahan, dia ingin Bobby ikut membangun rumah susun sewa, setelah rumah murah yang diresmikan beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Sistem Pembelian Tebu Kementan, Bikin Petani dan Pabrik Gula Maju

DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendukung rencana ini. “Silakan saja. Syaratnya selama mengikuti aturan dan tata cara perizinan yang dilakukan, Kami mendukungnya. Kita tidak melihat menantu presiden atau bukan. Terpenting memberikan dampak positif bagi masyarakat kecil,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi.

Agus menyatakan, terlepas dari siapa pun yang membangun rumah murah tersebut, selama berdampak positif bagi masyarakat kecil, Pemkab Sukabumi selalu mendukungnya.
Sebagai tambahan informasi, bisnis properti bukan bidang baru bagi Bobby. Pria 28 tahun lulusan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini sudah bergelut di bidang properti sejak 2011. Dia juga pernah menggarap Malioboro City di Yogyakarta. [FAQ/NET]