Soal Ekonomi Halal Dunia

Kiai Ma’ruf Dan Sandi Saling Sindir & Kritik

Klik untuk perbesar
Cawapres Nomor urut 01 (Ma’ruf Amin) dan Cawapres Nomor urut 02 (Sandiaga Uno). (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persaingan politik di pilpres tidak hanya didominasi urusan Jokowi dan Prabowo Subianto saja. Cawapres Sandiaga Uno dan Ma’ruf Amin juga cukup keras. Kedua, tokoh ini saling sindir mengenai berbagai isu.

Kemarin, Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno terkait wacana Indonesia bakal menjadi pusat ekonomi halal dunia. Dengan nada nyinyir, Ma’ruf Amin menyebut Sandi dengan kata ente.

Ma’ruf mengucapkan itu dalam acara Istighosah bersama Nahdliyin dan warga Jakarta Pusat, di Gelanggang Remaja Senen, Jakarta Pusat. Menurut Ma’ruf, konsep halal bukan hal yang baru di Indonesia. Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf mengaku sudah menggarap konsep itu sejak lama.

“Ada yang bilang, nanti kalau saya katanya akan menjadikan halal dunia. Saya bilang, telat ente. Saya bersama MUI sudah 24 tahun ngurusin halal,” kata Ma’ruf.

Bahkan, jelas Ma’ruf, secara regulasi halal sudah ada Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Dengan Undang-Undang tersebut, maka, mayoritas produk yang dihasilkan harus mendapatkan predikat halal.

“Makanya, kita merumuskan yaitu undangundang halal, ekonomi syariah, insya Allah akan terus dikembangkan. Makanya saya mau diajak beliau untuk menjadi calon wapres RI. Insya Allah dengan doa dan dukungan, saudara-saudara, khususnya kalangan nahdliyin dan nahdliyat, insya Allah kami dan Pak Jokowi akan memenangkan Pilpres yang akan datang,” kata dia.

Kalau nantinya terpilih untuk periode kedua, Ma’ruf berjanji akan mengembangkan konsep ekonomi halal menjadi isu global, tapi produk Indonesia harus bisa bersaing dengan produk-produk global.

Diketahui, cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan, akan memprioritaskan industri halal di masa kepemimpinannya. Bahkan, jika kelak terpilih bersama Prabowo Subianto, dia berjanji menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia.

“Target Indonesia, (Prabowo-Sandiaga) menang, dalam lima tahun harus masuk lima besar ekonomi halal dunia. Dan 10 tahun menjadi pusatnya ekonomi halal dunia. Lebih cepat lebih baik,” kata Sandiaga dalam dialog bertajuk ‘Inisiatif Indonesia Menang, Pusat Ekonomi Halal Dunia’ di hutan kota Sangga Buana, Jl Karang Tengah Raya, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Pernyataan Ma’ruf Amin yang nyinyir terhadap pernyataan Sandi mendapatkan tanggapan beragam dari warganet. Kebanyakan netizen di kolom detik.com menyayangkan sikap Ma’ruf Amin yang terkesan menjatuhkan. Padahal, seorang ulama, harusnya nada dan kata yang dipakai menyejukkan.

“Ini salah satu yang bikin saya gak setuju ulama masuk politik. Karena politik itu keras, pak kiai. Anda akan terpaksa sering melakukan sindiran, kadang sedikit bohong, ngeles, kadang berkata keras juga. Padahal sebaiknya ulama itu selalu berkata lembut dan menasihati,” ujar hostmaster.

Akun Berfikir Rasional juga sangat menyayangkan bahasa yang digunakan Ma’ruf Amin. “Pak kiai semenjak jadi cawapres kok bahasanya gitu,” tanya dia. Sama, coor-coor mengingatkan kepada

Ma’ruf Amin agar tidak mengeluarkan kata dan nada yang penuh dengan kebencian sehingga banyak masyarakat yang tidak respek. “Pak kiai jangan tergiring terus oleh wartawan... Jadi keluar terus kebencian dan nyiniyirnya loh, padahal Sandi kalau ditanya selalu jawab memuliakan pak kiai... Jangan nambah dosa lagi ah, ingat umur pak,” dia mengingatkan.

Fahru Dain mengaku tidak simpati dengan perilaku Ma’ruf Amin. “Mulai kotor ucapan mu sekarang... Suka menghujat dan menjelekkkan orang. Hilang semua kearifan mu sebagai kiai... Makan mu dunia.”

Tak hanya yang mengkritik Ma’ruf, ada juga netizen yang membela. Fajar 2013 mengatakan apa yang dilakukan Ma’ruf Amin bukan janji tetapi fakta. “Subhanallah, pak Kyai sudah berbuat banyak untuk umat, sebelah masih berkutat memupuk kebencian untuk satu dan dua orang,” dukungnya.

Senada, Hardi Andri menegaskan, Ma’ruf Amin sudah menjalani produk halal. Ke depan, jika menang pilpres tinggal melanjutkan hingga ke dunia internasional. “UU jaminan produk halal disahkan. Jadi presidenya siapapun, UU tersebut bakal berlaku di 2020 nanti. Jadi setiap UKM UMKM wajib mempunyai sertifikasi halal,” tuntasnya.

Dukungan juga datang dari Adam Afrixal. dia bilang, Sandi hanya memberi janji-janji, sedangkan Jokowi sudah memberi bukti. “Saya sih memilih orang yang tangannya kotor karena turun langsung ke lapangan,” dukungnya. Mochammad Slamet menegaskan, apa yang mau dilakukan Sandi sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dan MUI. “Kasihan banget ni Sandi... Payah pengetahuannya... Sandi baru mau, tapi pemerintah udah melaksanakannya.” [REN]

RM Video