Rusak Karena Hujan

Di Cirebon, Kotak Suara Dijemur Seperti Kerupuk

Klik untuk perbesar
Kotak suara yang berbahan kardus itu Dijemur berjejer di tengah matahari. (Foto : doc.radarcirebon).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kekhawatiran kotak suara berbahan kardus bakal bermasalah terjawab sudah. Kemarin, ratusan kotak suara berwarna putih itu rusak terkena air hujan.

Kerusakan kotak suara itu terjadi di kantor  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dari foto-foto yang beredar di media sosial, kotak suara yang berbahan kardus itu seperti kerupuk. Dijemur berjejer di tengah matahari. Ada yang rusak parah, ada juga yang rusak sebagian.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon? Saefuddin Jazuli mengakui, kotak suara yang disimpan di gudang KPU Kabupaten Cirebon rusak akibat kebanjiran. Katanya, curah hujan tinggi ditambah angin kencang membuat air masuk melalui celah-celah gudang.

Akibatnya, kotak suara yang sudah dirakit itu terkena air. Ada yang rusak parah, ada yang rusak sedikit. Utuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah lagi, kotak suara yang basah itu dijemur.

Jazuli belum bisa memastikan jumlah kotak suara yang rusak akibat terkena air hujan itu. “Kita lagi hitung jumlahnya. Kita data, berapa yang perlu diganti, mana yang hanya perbaikan. Sekarang kita langsung jemur,” ucap Jazuli.

Cara lainnya, sambubg Jazuli, agar kotak suara terhindar dari kerusakan, KPU akan memindahkan logistik Pemilu 2019 ke gudang lainnya yang lebih aman. “Yang masih bagus kita pindahkan ke gudang lain, yang lebih aman. Di sini ada empat gudang, yang paling belakang masih aman,” katanya.

Berita Terkait : Dua Kali, Kota Sabang Aceh Diguncang Gempa 5,3 SR


Kejadian ini ramai diomongin warganet. KPU banjir kritik, sindiran dan hujatan. Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid melalui akun @hnurwahid menyayangkan kejadian ini.

Menurut dia, kasus rusaknya kotak suara akan membuat legitimasi pemilu berkurang. “Fakta seperti ini mestinya dipertimbangkan: kotak suara kardus rusak karena gudang kebanjiran atau rusak karena sebab-sebab lain, atau dirusak untuk kepentingan politik tertentu. Itu bisa mencederai legitimasi Pemilu dan hasil Pemilu. @KPU_RI harus waspada agar pemilu tak jadi pembuat pilu,” ujar Hidayat.

UAR @UmarhondaH juga mengungkapkan kegundahannya terhadap kerusakan kotak suara di Cirebon. “Inilah yang dikhawatirkan. Mana pertanggungjawaban KPU, gembar gembornya kardus tahan air. Jangan-jangan mau menghemat anggaran eee.. Malah nambah biaya lagi karena cetak lebih banyak kardus,” kritiknya, pedas.

Sama, @MbahUyok tak kalah pedas melontarkan kritikan maupun sindirannya kepada KPU. “Katanya tahan air. Telek lah.. Sejumlah kardus kotak surat suara rusak terkena air hujan,” ucapnya.

SuaraKonsumen.ID @SuaraKonsumen2 menyebut, rusaknya ratusan kotak suara karena hujan menjadi bukti bahwa kotak suara dari kardus tidak anti air.

Ugalugalan @ugasiregar mengkhawatirkan, bagaimana jadinya jika di dalam kotak suara itu nanti ada ratusan surat suara rakyat yang telah memberikan hak pilihnya tetapi rusak karena kotak suara terkena air hujan atau hal lainnya.

Berita Terkait : “Payungi” Kotak Suara, Amankan Dari Tangan Jahil

“Takutnya, ketika nanti di TPS sudah ketauan nih paslon mana yang menang, tiba-tiba kotak suaranya terendam air dan rusak. Lalu kotak suara akan diperbaiki, pertanyaannya yang diperbaiki kotaknya atau suaranya?” sindir dia.


Tak kalah tajam, Ant Ibrahiem @ant_ibrahiem mempertanyakan kotak suara yang belum dipakai sudah rusak karena masalah air. Padahal, dari awal KPU sudah gembar gembor kotak suara kardus itu anti air. “Yth @KPU_ID betapa hancur hatiku. Belum juga dipake, kalau sampe dipake entah bagaimana nasib suaraku di kertas coblosan. Dan nasib puluhan juta suara rakyat Indonesia.”

“Apa daya kardus dah rusak.. Duit udah habis, minta duit lagi bikin kotak kardus, rusak lagi, minta duit lagi. Gitu aja terus,” kata @i_moel. @JUAN _BANSE L. “Duit anggaran APBN untuk KPU abis buat beli kardus tahan air. Tahan air nya dari mana monyong.”

Tak hanya kritikan, Ora Milih Jaenudin @ asbujo juga mengolok-olok peristiwa ini dengan berbagai candaan yang menyakitkan. Ia bilang, nanti yang disalahkan adalah air hujannya. “Wahh banjirnya radikal tuh, kok berani-beraninya merusak aset kebanggaan KPU.”

Menimpali, anwar @Sadatanwar0106 juga mengatakan jangan-jangan yang disalahkan adalah air hujannya daripada kualitas kotak suaranya. “Hati-hati air. Nanti kamu dilaporin karena sudah membuat kerusakan,” katanya.

Masih dengan narasi yang sama, Indonesia Menang @adil2makmur menduga, air hujan yang akan dituntut karena sudah merusak kotak suara. “Aku tuh khawatir nanti malah air hujannya yang dilaporkan.”

Berita Terkait : Disemprot & Diduduki, Kardus Tetap Perkasa

Punya pandangan beda, Mira Kristanti @ MiraKristanti1 membela KPU. Menurut dia, dalam kasus ini KPU tidak bisa disalahkan karena keputusan memakai kardus sebagai kotak suara itu hasil keputusan bersama.

“Bukannya keputusan mengenai penggunaan ulang kotak suara disetujui semua sama wakil rakyat di DPR sana. Ya kalau banjir ga ada yang tau kali, kaya manusia mau mati juga ga ada yang tahu,” belanya.


Nada pembelaan juga datang dari agus amin sodikun @gusbarackatamin. “Kotak kardus dan penyelenggaraan pemilu bukannya sudah masuk persetujuan di DPR,” tegasnya. [REN]

RM Video