Puisi “Doa Yang Ditukar” Masih Disorot

Fadli Merasa Benar, Fadli Tak Minta Maaf

Klik untuk perbesar
Fadli Zon. (Foto : IG @fadlizon).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak meluncurkan puisi ‘Doa Yang Ditukar’, politisi Partai Gerindra, Fadli Zon terus menjadi sasaran tembak warganet. Berbagai kritikan, nyinyiran dan olok-olok dialamatkan kepada wakil ketua DPR tersebut.

Netizen belum puas telah membully dan mencaci maki Fadli. Warganet menuntut lebih. Mendesak Fadli meminta maaf kepada KH Maimun Zubair (Mbah Moen), karena dianggap menyinggung perasaan Sang Kiai juga warga Nahdlyin.

Tapi, sekuat apapun desakan netizen tak membuat anak buah Prabowo Subianto itu luluh. Dia bersikeras enggan mengucapkan permintaan maaf kepada Mbah Moen. Ia menganggap tak ada urgensi baginya untuk meminta maaf. “Untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan," ujar Fadli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. 

Fadli juga beralasan jika puisi yang dibuat di Bogor, Jawa Barat itu bukan ditujukan kepada Mbah Moen. Justru dia mengaku sangat menghormati dan takjim dengan Mbah Moen. 

Lantas buat siapa puisi itu? Puisi dikhususkan kepada makelar doa dan pemerintah. “Saya kira bagi mereka yang memahami puisi, itu sangat jelas. Bahkan dalam puisi itu disebutkan kaum penguasa, Mbah Maimoen kan bukan penguasa," elaknya.

Karena yang dituduhkan tidak mendasar dan salah, Fadli mendesak agar tidak menggoreng isu puisi doa yang ditukar. “Jangan dipolitisir, jangan digoreng, maupun dipelintir.”

Berita Terkait : Tumben, Fadli Zon Mau Minta Maaf...

Lebih lanjut, ia mengakui sangat mengenal sosok Mbah Moen sebagai ulama yang besar, ulama yang baik, ulama yang humble, ulama yang arif.


Sebelumnya, desakan agar meminta maaf datang dari Ketua Muslimat PP NU Khofifah Indar Parawansa. Ia berharap Fadli Zon meminta maaf kepada Mbah Moen. Dia menilai puisi 'doa yang ditukar' Fadli merujuk kepada sosok ulama kharismatik itu. "Saya berharap Bang Fadli berbesar hati untuk minta maaf," kata Khofifah.

Tuntutan yang sama juga suarakan oleh santri se-Kabupaten Kudus yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak). Koordinator Aksi, Muhammad Sa'roni mengungkapkan jika Fadli harus meminta maaf secara resmi.

"Harapan mohon saudara Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya atau tidak melanjutkan perbuatannya yang suka mencela kiai kami. Tuntutannya tentunya Fadli Zon kami harapkan bisa meminta maaf. Minta maaf," kata, di lokasi aksi, Jumat (8/2).

Keengganan Fadli meminta maaf membuat waganet marah. Bahder dalam kolom komentar detik.com tak sungkan menganggap sosok Fadli sebagai seorang yang sombong dan angkuh.

“Sombong dan pongah sekali kau itu. Tidak ada maafnya mengejek ulama dan menistakan agama. Sikap arogan cerminan gerombolan yang merasa di atas dan tidak tersentuh hukum,” kritiknya tajam.

Berita Terkait : Fadli Dibully & Dipuji

Supriyanto fellany fellany mempunyai pendapat yang sama. Menurutnya, sebagai seorang wakil rakyat yang terhormat selayaknya memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya.

“Apa salahnya, secara ksatria minta maaf walaupun merasa tidak bersalah,” katanya.

“Udah gak usah minta maaf, biar itu menggilas suara Prabowo sekalian itu lebih baik bagi bangsa ini mengulang kesuksesan Fahri Hamzah nyebut sinting saat Jokowi merencanakan hari santri santri masih sangat kuat dan bisa menjadi pembeda dalam pilpres lebih baik Fadli tidak meminta maaf sehingga tiada maaf bagimu dari santri dan masyarakat NU keseluruhan kesombongan hanya akan membawa pada kehancuran,” kata Bambang Aryanto. 


Tudingan jika Fadli merupakan politisi yang sombong juga diutarakan oleh Paulus65. “Ngak mau minta maaf proses aja sekalian nih orang. Udah bagus disuruh minta maaf, terlalu sombong orang ini,” tudingnya.

Danioktavianus mengintruksikan turun ke jalan jika memang Fadli enggan meminta maaf. Menurutnya, wajar jika kalangan santri marah karena sudah beberapa kali menghina ulama. 

Sebelumnya hina KH Maruf Amien saat pertanyakan elite mana yang dimaksud Prabowo serakah. Dia hina KH Maruf Amien dengan katakan tidak mengerti politik. Kedua, Lalu hina Gus Yahya sehingga Mohammad Nuruzzaman mundur dari Gerindra karena kunjungan ke Israel digoreng Zon untuk politik. Sekarang dia hina Mbah Moen dengan puisi. Puisinya jelas tunjukkan Mbah Moen mudah berubah pendapatnya (dibegal/ditukar) oleh penguasa.

Baca Juga : Presiden Pelawak

Amirul Hidayat mengutarakan, untuk menyelesaikan kasus ini sebenarnya mudah. Salah atau tidak salah ketika membuat kesalahpahaman yang luas (kalau ga mau dibilang buat kegaduhan). “Mbok yo minta maaf.. justru akan membuat simpati.”

“Jangan pakai perasaan dan nalar sendiri pak Fadli, alangkah lebih baik mohon maaf kalaupun kita tidak salah menurut perasaan sendiri, karena maaf adalah kata yang mudah tapi besar pengaruhnya pada diri sendiri dan orang lain, orang akan menilai bahwa pak Fadli adalah orang yang bijaksana bila terucap kata maaf,” kata Dede Suhanda. 

Kalaupun tidak mau meminta maaf, Temboro menyaarankan agar Fadli dilaporkan ke polisi dengan tudingan menghina ulama. “Langsung ajukan aduan ke polri dengan pasal penghinaan ulama dan santri..ckalo tidak begitu akan makin brutal dia menyerang pihak-pihak lain.”

“Mari kita doakan biar bung Fadli ini mendapatkan hidayah. Gusti mboten sare. Allah SWT yg tahu isi hati,” kata Nasiman Aris Susanto. Membela Fadli, Mas_bud68 mengingatkan kepada semua pihak mestinya ditanya dulu ke Mbah Moen apakah beliau merasa sebagai orang yang dimaksud dalam puisi tersebut.

Dede Suhandi menuturkan memahami puisi saja sudah tidak ngerti nyuruh orang ninta maaf. Belajar bahasa indonesia yang baik biar pinter baru protes.


“Gw aja paham... itu puisi ditujukan buat si nganu... yang minta doanya dituker... Coba deh, kalo ga ada adegan revisi doa... ga ada tuh puisi "doa yang tertukar"... so... sebenarnya yang bikin gaduh siapa..? dan yang disuruh minta maaf siapa..?” kata Anwar_bront. [REN]

RM Video