Sarungan Sebulan Sekali

Kiai Ma’ruf Ngetwit Panjang

Klik untuk perbesar
Cawapres KH Ma’ruf Amin. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Awal Maret lalu, Presiden Jokowi mengajak masyarakat memakai sarung sebulan sekali. Cawapres KH Ma’ruf Amin setuju, warganet setuju. Tapi, ada juga yang berkata nyinyir. 

Lewat serangkaian kicauan di akun Twitter officialnya, @KHMarufAmin_, Kiai Ma’ruf menyebut sarung menjadi salah satu pakaian khas Nusantara. Sarung dapat dikenakan oleh berbagai kalangan dan daerah. Dari mulai Aceh hingga Kepulauan Maluku, banyak warga yang mengenakan sarung, baik yang beragama Islam maupun Hindu.

Meskipun tidak sama persis, namun pengenaaan kain sarung juga dapat ditemui pada pakaian tradisional suku Batak, suku Betawi, suku Bali dengan beragam variasi pemakaiannya.

“Maka dari itu, saya sangat mendukung upaya Pak @Jokowi menjadikan satu hari memakai sarung. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting sarung dalam kebudayaan kita,” kicau Kiai Ma’ruf. 

Dalam kicaun selanjutnya, mantan Rais Aam PBNU ini menyebut, hari memakai sarung juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Apalagi setiap daerah di tanah air punya ciri khas motif kain yang berbeda-beda. Ini dinilai menarik minat wisatawan dijadikan cinderamata yang bisa dikenakan dan dibawa pulang. 

Berita Terkait : TKN: Jangan Persoalkan Status Kiai Maruf, Sebelum Pelajari UU


“Budaya dan pariwisata memang merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Kekayaan budaya bangsa harus kita lestarikan agar semakin menambah daya tarik wisata baik lokal maupun internasional. Wisata pada akhirnya akan membuka jalan bagi meningkatnya devisa negara. Maka dari itu, cintailah budaya dan tradisi kita agar semakin dikenal dunia,” imbau Kiai Ma’ruf. 

Sebelumnya, dalam acara Festival Sarung Indonesia Jokowi di Plaza Timur GBK Senayan, Jakarta, Minggu (03/03), Jokowi mengajak masyarakat sarungan, minimal sebulan sekali. 

Kata Jokowi, sarung adalah kekayaan budaya yang tidak dimiliki negara lain. 

“Inilah kekayaan budaya yang tidak dimiliki bangsa dan negara lain. Oleh sebab itu, saya akan ajak nantinya setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama,” ujar Jokowi. 

Saat meninjau booth di Festival itu, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana tampak mengenakan sarung berwarna merah. Selain Jokowi dan Iriana, hadir dalam acara ini Seskab Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani, Menristekdikti M Nasir, Menhub Budi Karya Sumadi, Menag Lukman Hakim, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Semuanya memakai sarung dengan corak dan motif dari berbagai daerah. 

Berita Terkait : Kyai Maruf Amin Serukan Masyarakat Jaga Kerukunan

“Mau nggak? Setuju nggak? Lama-lama setiap hari pakai sarung. Ini bentuk penghargaan kita atas karya dan produksi setiap provinsi yang berbeda beda corak motif dan warna, memiliki filosofi yang tinggi dan kita tinggal menentukan kita pakai sarung di hari apa,” tandas bekas Gubernur DKI Jakarta ini. 


Menanggapi kicauan Kiai Ma’ruf, netizen terbelah. Banyak yang setuju. Seperti akun @Belarahmawatii. “Betul Pak Kiai kekayaan budaya kita harus dijaga dan harus tetap dilestarikan agar semakin dikenal,” cuitnya senada dengan @StSupandi. “Betul Pak Kiai, sarung adalah pakaian nusantara.” 

Sementara akun @AriesKrist menyebut, tanpa ada hari sarungan pun, dia tetap mengenakan busana ini setiap hari. “Kalau saya dari kecik Pak. Sarung itu pakaian saya sehari-hari. Pulang kantor pasti lngsung ganti kain sarung. Tapi ada baiknya juga pak kalau ada aturan 1 hari pakai kain sarung. Agar dunia juga mengenal NKRI punya bragam budaya. Salam hormat, merdeka.” 

Eks Menteri era Gus Dur A.S Hikam @ mashikam menilai, sarung pakaian paling demokratis. “Pakaian paling “demokratis” ,” cuitnya dibalas @mohammadsoib82. “Sudah menjadi tradisi sehari hari, kalau tidak pakai sarung kok sepertinya ada yang kurang.” 

Tweeps @kompornjebluq malah punya saran yang ‘radikal’. “Usul kapan-kapan pak @jokowi terima tamu negara pake sarung, jadi sarung bukan hanya dimaknai sebagai pakaian rumahan ato malah kampungan.” Bahkan Menag pun pernah mengicaukan soal ini. “Nyaris tiada pakaian yang begitu multi fungsi melebihi sarung. Kita berhutang budi kepada penciptanya,” kicaunya. 

Berita Terkait : Imami Salat Jenazah Ibu Ani, Kiai Maruf Terisak Haru

Berbeda, banyak juga warganet yang nyinyir. Misalnya akun @HasanIskandarDi menilai ini cuman jualan politik jelang Pilpres. “Pencitraan sarung,” kicaunya disambut @ ntrsxds. “Menolak #harisarung.” 

Netizen pemilik akun @KembangKertas4 heran dengan topik ini. “Apaan sih, dah kehabisan kamus yah, sampe sarungpun jadi topik,” kicaunya disamber nyinyiran @rinawanabadi. “Tahun politik Tahun Sarung.” 


Akun @KiyoAkihito menyarankan pemerintah ngurusin yang lebih bermanfaat. “Pak tolong lah urus urusan penting negara. Kenapa program usulan kalian gak bermutu. tolong ciptakan ide yang maju kreatif membangun untuk negara ini,” katanya.  [FAQ]

RM Video