Tak Cukup Cuma Berharap

MUI Ditantang Haramkan Panggil Cebong dan Kampret

Klik untuk perbesar
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Agar umat tak terpecah akibat Pilpres, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap masyarakat tidak lagi menggunakan istilah “kecebong” kepada pendukung Jokowi maupun “kampret” kepada pendukung Prabowo.

Harapan itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyidin Junaidi.

Kata dia, istilah-istilah tidak baik, tidak perlu dipertahankan atau diteruskan karena itu menyalahi ‘ahlakul karimah’. Kata Muhyidin, kalau tidak senang kepada pihak tertentu, jangan mengolok-olok dengan sebutan yang tidak pantas. Semua mempunyai pandangan dan hak yang sama dalam demokrasi.

“Tidak usah kita kasih predikat ‘kecebong’, ‘kampret’, dan lain sebagainya. Itu tidak terpuji,” kata Muhyidin.

Berita Terkait : Selama Pemilu, Pasokan dan Harga Pangan Tetap Aman


Berikutnya, Muhyidin berpesan kepada seluruh masyarakat mengedepankan rasa saling menghormati. Perbedaan merupakan anugerah dari tuhan. Perbedaan pilihan politik jangan sampai menjadikan bangsa Indonesia terpecah belah.

Anjuran MUI ini disambut positif warganet. Triyana Mastrie sepakat dengan pernyataan MUI. Menurut dia, sebutan cebong dan kampret merupakan penghinaan terhadap mahluk tuhan. “Merendahkan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna,” katanya.

Pandangan serupa diungkapkan kacungdedengkot. Baginya, sebutan cebong dan kampret itu membuat situasi bertambah panas. Sebutan itu juga menimbulkan rasa kebencian yang susah dihilangkan.

Daniel berharap ada kampanye massif agar masyarakat tidak lagi menyebutkan kata cebong atau kampret. “Harusnya tak hanya imbauan saja, karena imbauan selama ini tidak ampuh,” katanya.

Berita Terkait : DPD Pede, Tak Ada Gejolak Harga Pangan Jelang Ramadan

Sajen pamukti meminta MUI mengeluarkan fatwa. “Hahahahahahaha.... Tumben cuma meminta... Bikin fatwa haram,” desaknya.


Faktanya tak semua keberatan dengan sebutan itu, Wawan Setiawan misalnya, merasa bangga dengan kata cabong dan kampret. 

“Wkkwkwkk.. Padahal saya sangat senang kalau 02 bilang cebong ke 01, dan 01 bilang kirik ke 02. Buat saya jadi ajang tontonan bahwa para anak binantang lagi bertikai,” akunya.

Sama, @jovpaul juga merasa senang dijuluki cebong. “Yey?! Wong kita malah bangga di juluki cebong. Yang kita ngak mau, kalau dijuluki KMPret, itu kita nolak. Jadi cebongpun malas sebenarnya mau ngomong soal KMPret, karna KMPret itu ngak punya logic!” dia menyindir.

Berita Terkait : Ini Tantangan 2 Capres Di Bidang Keamanan Internasional

Tak terima disindir, Dody Renaldi balik mengkritik. “Peribahasa “bagai katak dalam tempurung” yaitu orang-orang yang berpikiran sempit (kosong?). Kecebong kali ya?” sindirnya. [REN]

RM Video