Wacanakan Impor Guru

Usulan Puan Ditolak Warganet, Kualitas Guru Kita Hebat Kok

Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jika dibandingkan dengan negara tetangga, kualitas pendidikan di Indonesia memang kalah jauh. Makanya, perlu Sumber Daya Manusia dan pengajar yang berkualitas agar kualitas pendidikan terdongkrak.

Untuk meningkatkan kualitas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menginginkan ada ‘impor’ guru.

Keinginan mengimpor guru itu diucapkan Puan Maharani pada saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta, Kamis (9/5).

Di acara itu, Puan mengatakan, akan mengundang guru atau pengajar dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia. Tentu pelajaran yang dibutuhkan oleh siswa.

Ia meminta pihak berkepentingan seperti sekolah menyampaikan kriteria pengajar yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya, nanti akan dikoordinasikan untuk didatangkan.

Kalaupun nanti ada kendala bahasa, pemerintah tetap akan menyediakan banyak penerjemah serta perlengkapan alih bahasa.

Berita Terkait : Pancasila Harus Dipraktekkan dalam Bermedsos

Untuk merealisasikan hal itu, diungkapkan Puan, Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara, salah satunya Jerman.


Keinginan Puan, mengimpor guru mendapatkan penolakan dari warganet. Netizen keberatan. Soalnya, di Indonesia terdapat banyak guru bagus, berkualitas dan layak untuk memberikan ilmunya.

Salah satu yang tidak setuju adalah Komisioner Ombudsman, Alvin Lie. Melalui akun @alvinlie21, ia menegaskan, Indonesia tidak kekurangan guru untuk level SMA.

“Kalau dosen sih mungkin masih masuk akal. Guru SD sampai dengan SMA mau dari luar negeri? Seperti kita kekurangan guru yang kompeten aja. Apalagi, guru kita sendiri digaji rendah. Malah mau impor guru. Makin ora genah,” protesnya.

Nanang @nanangdudi dengan tegas menolak usulan Puan. “Sangat tidak setuju. Kualitas guru kita juga tidak kalah dengan guru dari luar. Kebijakan yang tidak populis, siap-siap kena reshuffle,” kritiknya.

Senada, @ShalidaSiti02 mengatakan, saat ini gaji guru honorer aja gak jelas. Lalu, kata dia, mau import guru. Dia juga mempertanyakan bahasa yang disampaikan guru impor kepada murid menggunakan bahasa apa.

Berita Terkait : Gara-gara Wacana Impor Guru, Menteri Puan Dikritik

“Kok ya sampai hati, apa tak menyaksikan jerit nasib guru magang yang ratusan ribu, tak jelas nasibnya itu,” dia mengatakan.

Menimpali, @niko_yusman juga bilang guru honorer banyak yang bagus dan berkualitas. Hanya saja, kata dia, masih banyak yang kurang perhatiin. “Sekarang mo dihajar lagi dengan guru impor.. Bagaimana nasib mereka, dan pendidikan kita sesungguhnya untuk siapa?” katanya.

@kancryt mengaku heran dengan keinginan Puan mengimpor guru. “Aku heran ya... Sumpah. Dia itu sebenernya tahu perkembangan negara Indonesia tidak sich... Guru honor aja gak kuat gaji, kok mau impor guru.”


Dia melanjutkan, seharusnya bukan impor guru. Tapi impor otak. Karena kekacauan yang sekarang terjadi, itu jelas akibat tindakan yang tidak memakai otak!

@coffeebookstcat memberikan saran kepada Puan. Daripada impor guru, lebih baik kemampuan guru yang ada dikembangkan.

“Assalamualaikum Bu Puan. Gimana kalau guru yang ada difasilitasi untuk up-grade kemampuan & pengetahuan. Atau tingkatkan pendapatan mereka biar mereka bisa kursus sendiri,” saranya.

Berita Terkait : Luhut Belain Sri Mulyani, Nyerangnya Ke Prabowo

Jika yang lain menolak, @jetsilvers justru mendukung penuh kebijakan Menteri Puan. “Saya setuju ini program bagus. Secepat nya dilaksanakan. Maju terus Bu menko,” dukungnya.

Dukungan juga datang dari @FatCatHitam. Menurutnya, impor guru sangat baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tetapi, guru impor bukan mengajari murid melainkan guru lokal. “Tidak apa-apa impor guru dari luar negeri tapi untuk ngajarin guru-guru lokal, bukan buat ngajarin murid.

Kalau guru lokal kualitasnya meningkat otomatis kualitas murid meningkat,” kata dia menegaskan.

@HerlinaWoods justru menyalahkan warganet yang mengkritik kebijakan Puan. Menurutnya, kritikan yang diutarakan terlalu pagi, karena belum mengetahui secara detail.


“Heran deh, pada ngoceh-ngoceh gak jelas, padahal beritanya masih setengah-setengah. Yang diimpor itu guru mata pelajaran apa untuk SD, SMP, SMA atau kuliah. Dan alasannya apa? Bisa aja pemerintah yang sudah banyak mengirimkan anak-anak Indonesia dengan beasiswa keluar negeri berpikiran bahwa akan jauh lebih murah mengimpor 1 guru,” tandasnya. [REN]

RM Video