Medsos Dibikin "Sekarat”

Rudiantara, Pebisnis Online Menjerit Tuh!

Klik untuk perbesar
Tampilan layanan aplikasi media sosial (medsos) di handphone/smartphone. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah tiga hari ini, para pengguna media sosial uring-uringan. Mereka jengkel dengan kebijakan Pemerintah yang memberlakukan pembatasan pengiriman video dan gambar. Mereka ingin, kebijakan yang bikin medsos “sekarat” itu segera disudahi.

Sejak 22 Mei kemarin, Kemenkominfo yang dipimpin Menteri Rudiantara itu, memang melakukan pembatasan media sosial. Gambar dan video yang ada di Whatsapp (WA), Facebook (FB), dan Instagram (IG), disaring.

Kebijakan ini ditujukan untuk menghidari penyebaran hoaks dan ajakan aksi ricuh. Dari sisi kondusivitas pasca-aksi 22 Mei, kebijakan ini cukup efektif.

Baca Juga : Tentukan Lokasi dan Target Tinggi PB FORKI


Namun, dari sisi komunikasi dan bisnis masyarakat, kebijakan ini sangat merugikan. Sebab, susahnya mengirim gambar dan video membuat bisnis dan kemunikasi tersendat.

Contohnya seperti yang diutarakan akun Hendra Fahrizal di Facebook. Pria yang mengaku sebagai praktisi bisnis berbasis online ini mengaku kehilangan potensi penghasilan yang cukup drastis.

“Beberapa pengusaha olshop mengaku pengorderan produknya berantakan. Saya juga rugi, karena grafik iklan digital (iklan yang muncul di beranda) beberapa klien saya tidak muncul. Tidak rugi duit, tapi kehilangan ribuan viewers sudah pasti. Mestinya ada 150 ribu orang yg harusnya melihat iklannya, sekarang jadi 140 ribu. Kehilangan 10 ribu viewers itu lumayan,” tulisnya.

Baca Juga : PDIP Siapkan 51 Pengacara

“Pemerintah harus paham, sosial media bukan cuma buat nyebar hoaks atau selfi. Tapi juga bisnis. We do it seriously. Pakai media order, pakai kontrak. Berbayar. Pemblokiran dalam waktu lama, sangat merugikan orang yang berbisnis menggunakan platform ini. Jadi, cukuplah kemarin. Kalau hari ini dan besok masih juga. Bisa-bisa kami yang demo,” lanjutnya. Di Twitter juga heboh. Akun @ crankygrizz bertanya-tanya sampai kapan medsos dan WA down. “Sampe kapan ini medsos down, gak tau apa ganggu banget kerjaan,” tanya dia.


“Monmaap, ini #whatsappdown mau ampe kapan yah? Tak produktif syekalee,” kesal @elfariedzi. “Menderita banget whatsapp down gini ngga bisa kirim screenshootan bahan gosip di grup,” keluh @Febiauliam.

Akun @waidinn kemudian mencoba menawarkan solusi, ia mengajak para netizen pindah ke Telegram. “Whatsapp sering down. Yuk kita rame-rame pindah ke Telegram,” ajaknya. Akun @CarmelinaYoana tidak ke Telegram, dia memilih “backstreet” ke aplikasi pesan Blackberry atau BBM.

Baca Juga : Digebuk Kolombia, Messi : Kami Kecewa, Tapi Masih Ada Laga Selanjutnya!

“Sudah lama gue berpaling dari elu @BBM smnjak @WhatsApp down akhirnya gue putuskan untuk balikan sama elu @BBM, pliss jangan menghilang juga dari gue ternyata elu berharga,” cuitnya.

Sampai kapan pembatasan akses medsos berakhir? Menkominfo Rudiantara belum bisa memberi kepastian. Dia hanya bisa menyatakan, sampai situasi kondusif.


“Tentu itu tunggu masukan dari pihak keamanan. Dari sisi intelijen, sisi Polri, sisi TNI. Kalau sudah kondusif kita akan fungsikan kembali fitur-fitur karena saya sendiri merasakan dampak yang saya buat sendiri,” kata Rudiantara, di Jakarta, Kamis (23/5) kemarin. [SAR]

RM Video