Sukseskan Sidang Sengketa Pemilu

PLN Pasok Listrik Berlapis Di Gedung MK

Klik untuk perbesar
Petugas PLN siaga di ruang kontrol demi lancarnya pasokan listrik dalam sidang sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi. (Dok Humas PLN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Listrik Negara (Persero) turut andil dalam suksesnya sidang sengketa Pemilu pertama di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis, 14 Juni 2019. Upaya yang dilakukan dengan memberikan keandalan pasokan listrik di Gedung MK.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengungkapkan, Gedung MK sudah menjadi pelanggan Premium kategori Platinum daya 2.425 kVA, dimana kategori pelanggan premium platinum ini dipasok dari 2 sumber Gardu Induk yang berbeda.

Berita Terkait : Ketua MK Tegaskan Lembaganya Independen


“Menghadapi sidang Pemilu ini, PLN memperkuat pasokan listrik ke MK dengan menambah 2 pasokan cadangan dari 2 feeder di masing-masing gardu induk yang memasok,” tutur Ikhsan Asaad dalam keterangan pers yang diterima RM.Co, Kamis, (13/6/20190). 

Diterangkan, PLN melengkapi dengan Automatic Change Over (ACO) di sisi tegangan menengah, tegangan rendah, maupun high speed change over tegangan rendah. Selain itu, PLN juga menyiapkan Uniterruptible Power Supply (UPS) sebanyak 4 unit sebagai back up dengan kapasitas masing-masing 30 kVA.

Berita Terkait : MK Verifikasi Berlapis Semua Alat Bukti Terkait

"Upaya teknis sudah dilakukan seoptimal mungkin dengan menyiapkan pasokan listrik yang andal dan berlapis. Semoga sidang berjalan lancar dan listriknya andal," tambahnya.


Dikatakan, petugas juga disiagakan di Mahkamah Konstitusi dengan sistem shift untuk memastikan listrik andal. Selain itu, PLN juga siaga di Distribustion Control Center (DCC) untuk mengatur pendistribusian listrik yang memasok ke MK.

Berita Terkait : Besok Sidang Perdana Sengketa Pilpres 2019, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Seputar Gedung MK

“PLN telah mengawal kelistrikan Pemilu 2019 sejak debat pertama sampai dengan pengumuman kemarin. Komitmen keandalan listrik akan terus dioptimalkan sampai dengan proses Pemilu 2019 berakhir,” demikian Ikhsan Asaad. [NOV]

RM Video