Kapal Tabrak Crane Pelabuhan Tanjung Emas, Kerugian Ditaksir Capai Rp 60 M

Klik untuk perbesar
Kondisi Pelabuhan Tanjung Emas usai ditabrak Kapal MV Soul of Luck, Senin (15/7). (Foto: Pelindo III)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung memperkirakan, kerugian secara keseluruhan akibat tertabraknya satu unit container crane (CC) atau derek peti kemas oleh kapal MV Soul of Luck di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang mencapai Rp 60 miliar. 

Namun, kata dia, ini baru perkiraan awal. Belum secara keseluruhan. Dirinya menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) tetap berjalan lancar. 

"Ada dua tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional TPKS yaitu pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7).

Berita Terkait : Pemprov DKI Luncurkan Program Keringanan Dan Penghapusan Tunggakan Pajak

Untuk tahap kedua, memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu pasca kejadian. Sehingga, jadwal pelayanan kapal peti kemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.


"Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebelum CC pengganti tiba," jelasnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas l Tanjung Emas, Ahmad Wahid meminta semua pihak menunggu hasil dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dari insiden di TPKS. 

Berita Terkait : Hijaukan Pelabuhan Benoa, Pelindo lll Tanam 50 Ribu Bakau

Namun, berdasarkan analisa awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, kemungkinan besar adalah karena gagal berfungsinya mesin kapal MV Soul of Luck untuk melambatkan laju kapal ketika bermanuver di kolam pelabuhan sehingga tetap melaju menabrak dermaga dan CC.

Sementara, dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari. "Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” katanya.

Ketua DPC INSA Semarang Ridwan mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut. "Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar,” jelasnya.

Berita Terkait : Dongkrak Ekspor, Layanan Pelabuhan Tanjung Priok Bakal 24 Jam Nonstop


Seperti diketahui, kapal peti kemas MV Soul of Luck yang akan sandar di dermaga Internasional TPKS menabrak crane hingga roboh. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.[KPJ]