Siap Bayar Utang dan Jalankan Strategi Baru, Lippo Karawaci Sukses Kumpulkan Dana Rp 11,2 T

Klik untuk perbesar
Proyek Meikarta yang terletak di koridor Jakarta-Bandung, yang merupakan jantung ekonomi Indonesia, diyakini akan membuat Meikarta menjadi pusat ekonomi baru.(Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estat terbesar di Indonesia berdasarkan aset dan pendapatan, berhasil menghimpun dana Rp 11,2 triliun untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek-proyek yang ada termasuk Meikarta, dan memulai strategi baru.

Hal ini merupakan pencapaian penting dalam rencana perubahan Perseroan.

Beberapa investor institusional global seperti Bapak George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, dan lainnya telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut.

Investasi yang mereka tanamkan di LPKR bernilai lebih dari 230 juta dolar AS. Ini adalah validasi kuat atas kembalinya keyakinan para investor, dalam fundamental jangka panjang perseroan, serta kemampuan manajemen dalam melaksanakan rencana transformasinya.

Berita Terkait : Perkuat Manajemen, Lippo Karawaci Angkat Rudy Halim Jadi COO

Keluarga Riady, yang memiliki 48,7 persen saham di perseroan melalui PT Inti Anugerah Pratama ("IAP") dan perusahaan anak, bertindak selaku pembeli siaga dan melaksanakan penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam perseroan.

Sejak pengumuman rencana transformasi LPKR pada tanggal 12 Maret lalu, perseroan telah menyaksikan harga sahamnya melambung. Obligasinya tercatat sebagai salah satu yang berkinerja terbaik di Asia.

"Transformasi perseroan yang dilakukan tepat waktu. Di tengah meningkatnya peringkat negara Indonesia, dan terpilihnya kembali Presiden Jokowi. Ini tentu akan memicu momentum pertumbuhan Indonesia, serta meningkatkan optimisme terhadap LPKR sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia," ujar Vice President, Head of Corporate Communications, Danang Kemayan Jati dalam keterangan tertulis yang diterima RMco.id, Selasa (16/7).


Terkait hal ini, CEO LPKR John Riady mengatakan, penawaran umum terbatas ini merupakan komponen integral dari transformasi strategis LPKR.

Berita Terkait : Lippo Karawaci Diproyeksikan jadi Pengembang dengan Pendapatan dan Rasio Utang Terbaik

"Kami sangat senang, telah menerima dukungan kuat dari para pemegang saham. Keberhasilan menyelesaikan penawaran umum terbatas ini memberikan LPKR pijakan keuangan yang lebih kokoh, serta memberikan fleksibilitas dalam mewujudkan strategi pertumbuhan Perseroan," tutur John.

"Kami berterima kasih atas kembalinya kepercayaan pasar pada Lippo Karawaci. Kami akan terus fokus pada eksekusi, serta menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham," imbuhnya.

LPKR yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, adalah perseroan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset 3,9 miliar dolar AS per 31 Maret 2019. Bisnis inti perseroan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan.

Selain itu, perseroan juga terlibat secara aktif dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Berita Terkait : Semester I, Lippo Karawaci Kantongi Pendapatan Rp 5,3 Triliun

LPKR hadir di 36 kota. Perseroan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.283 hektar landbank yang siap untuk dikembangkan.

Melalui dua anak perseroan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, di mana LPKR masing-masing memiliki saham 81 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR juga memiliki 51,05 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia.


LPKR juga memiliki dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing 1,0 miliar dolar AS dan 1,5 miliar dolar AS per tanggal 31 Maret 2019. [HES]