Lima Perusahaan Pelat Merah Bakal Gelar RUPSLB

Rombak Jajaran Direksi BUMN Tak Terkait Politik

Klik untuk perbesar
Kementerian BUMN (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Informasi yang berkembang, RUPSLB untuk merombak jajaran direksi.

Ada lima BUMN yang dikabarkan bakal menggelar RUPSLB. Yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. 

Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, penyelenggaraan RUPSLB dilakukan dengan permintaan Kementerian BUMN. RUPSLB dilakukan dengan beberapa agenda.“Pertama, melihat kinerja laporan keuangan BUMN selama semester I-2019. Kedua, perubahan susunan pengurus perseroan,” kata Gatot. 

Agenda lain pembahasan aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham seperti penerbitan bond dan akuisisi. RUPSLB ini juga untuk meningkatkan kinerja. Gatot membantah RUPSLB disebut bermuatan politis. Kalau pun ada pergantian direksi, itu murni agar kinerja bisa lebih kencang.“Nggak ada (politis). Biar lebih optimal,” tuturnya. 

Berita Terkait : Biasa, Rotasi di Jajaran Direksi BUMN

Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menjelaskan, RUPSLB hanya dilakukan pada BUMN yang sudah melantai di bursa. Hitungannya, jumlah BUMN yang akan menyelenggarakan RUPSLB tidak lebih dari 25 perusahaan. 

Imam mengatakan, proses pelaksanaan RUPSLB perusahaan publik harus mengikuti aturan main keterbukaan informasi. Alasan inilah yang mengharuskan publikasi disampaikan 45 hari sebelum pelaksanaan RUPS. 


“Karena prosesnya itu 45 hari dari publikasi gitu. (Itu) harus dijala nin. Kenapa sih orang pada ramai, RUPSLB aksi korporasi biasa. Swasta RUPSLB nggak diributin. Kita mau menyampaikan semester kepada publik capaiannya mereka itu kan biasa,” paparnya. 

Dari 20 perusahaan yang bakal menggelar RUPSLB, baru PGN yang menginfokan jadwalnya. Berdasarkan informasi di keterbukaan bursa efek Indonesia, kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, RUPSLB dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan induk holding BUMN Migas, yakni PT Pertamina (Persero) tertanggal 12 Juli 2019. Emiten berkode PGAS ini berencana menggelar RUPSLB Jumat (30/8) sesuai dengan tata cara penyelenggaraan RUPS berdasarkan peraturan OJK. 

Berita Terkait : Pemberian Bansos Bakal Berbasis NIK

Dalam surat tersebut juga tercantum dua agenda utama RUPSLB, yakni: evaluasi kinerja perseroan sampai semester I-2019 dan perubahan susunan pengurus perseroan. Bank Mandiri juga mengakui hal yang sama. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas membenarkan RUPLSB yang akan diadakan Kementerian BUMN. “Iya benar, Jumat (hari ini) pengumumannya (RUPLSB),” kata Rohan di Plaza Mandiri, Jakarta, kemarin. 

Menurutnya, RUPLSB akan dilakukan pada pekan kedua Agustus. Agendanya, akan membahas kinerja perusahaan. Saat ditanya perombakan direksi, Rohan belum mengetahuinya sebab ketentuan tersebut berada pada pemegang saham. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui hingga saat ini masih ada BUMN yang merugi. Meski diakui ada periode kinerja BUMN yang tak sesuai target, namun dia selalu menekankan pada direksi agar korporasi bisa mencetak untung dan mensejahterakan karyawan. 

“Mana ada usaha yang mau rugi? Memang ada waktu-waktu di mana keadaan tidak seperti yang kita harapkan, tapi yang penting bisa atasi. Kami juga menyadari tidak semua BUMN itu hebat-hebat. Ada yang harus kita survei,” jelas Rini. 

Berita Terkait : Mentan: Ekspor Perkuat Merah Putih, Impor Lemahkan Petani Kita

Rini juga menegaskan, pihaknya berusaha membuat seluruh BUMN transparan menyampaikan laporan keuangan dan bisa melaju menjadi pemain global. [MEN]