Ratusan Personel TNI Bantu Pemulihan Pesisir Karawang

Klik untuk perbesar
Pertamina dan TNI bersinergi membersihkan pantai pesisir Karawang, Jawa Barat, yang terkena tumpahan minyak. (Foto: Humas Pertamina)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerjunkan lebih dari 100 personel untuk membantu pemulihan di sekitar pesisir Pantai Karawang yang terkena tumpahan minyak.

VP Corporate Communication Fajriyah Usman menjelaskan, keterlibatan personel TNI ini merupakan bagian dari kolaborasi TNI dan Pertamina, dalam upaya menjaga serta menangani dampak dari peristiwa yang terjadi di salah satu Objek Vital Nasional di Anjungan PHE ONWJ.

“Kami berterima kasih kepada TNI atas respon cepat dan dukungannya untuk bersama-sama melakukan penanganan. Tim TNI ini akan membantu di bidang teritorial sekaligus penanganan pembersihan tumpahan minyak yang ada di pantai, bersama masyarakat setempat di desa terdampak, serta membangun sinergi dengan aparat pemerintah maupun komponen masyarakat. Semoga, bantuan tambahan dari TNI bisa mempercepat penanganan bibir pantai di lokasi terdampak,” terangnya.

Berita Terkait : Gempa 5.0 SR Guncang Barat Daya Pesisir Barat Lampung

Seperti diketahui, diduga telah terjadi anomali tekanan pada Anjungan YY milik PHE ONWJ yang menyebabkan adanya gelembung gas dan diikuti oleh oil spill. Pertamina telah melakukan sejumlah cara untuk menanganinya, termasuk menggunakan oil boom, fishing net dan mengerahkan puluhan kapal sebagai alat pendukung.

Namun, sebagian minyak yang tidak tertangkap karena cuaca/ombak tinggi pada akhirnya masih ada yang terbawa arus hingga mencapai pesisir pantai, termasuk Pantai Karawang.


Untuk itu, Pertamina telah memaksimalkan kapal dan peralatan oil boom, skimmer, octopus dan puluhan kapal untuk menangani tumpahan minyak di laut. Sementara, personel TNI bersama masyarakat yang terlatih membantu Pertamina untuk menangani sebagian minyak yang tidak tertangkap di laut, karena cuaca atau ombak.

Berita Terkait : Kebijakan Harga Stabil Bantu Petani Garam Tradisional

“Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terkena dampak dari kejadian ini. Kami bertanggung jawab dan berupaya maksimal untuk melakukan penanganan yang terbaik, dengan prioritas adalah aspek keselamatan, kesehatan dan keamanan lingkungan," tutur Fajriyah.

"Untuk itu, kami sudah bekerja sama dengan pihak-pihak berkualifikasi internasional, yang sudah terbukti mampu menangani kejadian sejenis. Doakan hal ini dapat segera tertangani,” imbuhnya.

Selain dengan TNI, Pertamina juga mengintensifkan komunikasi dengan sejumlah pihak lainnya seperti SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Polri, Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan berbagai instansi lainnya.

Berita Terkait : Papua Rusuh, Pertamina Antisipasi Penyaluran BBM

Komunikasi dan sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat sekitar daerah terdampak. Melibatkan mereka untuk bersama-sama melakukan pembersihan di beberapa pantai. Sinergi antara Pertamina dengan TNI dalam menjaga Objek Vital Nasional sudah berjalan sejak lama, dan dilakukan dalam berbagai kegiatan.

Salah satunya adalah perpanjangan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Kegiatan Teritorial TNI, Pengamanan Objek Vital Nasional Strategis dan Objek Lainnya, Bantuan Data dan Informasi, Penegakan Hukum Terhadap Oknum TNI, Pelatihan dan Pemanfaatan Fasilitas, serta Penyaluran Bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan untuk Kepentingan Negara pada Kamis (25/7) kemarin.


Salah satu bentuk kerja sama ini adalah penugasan Panglima TNI ke Aster TNI untuk pemantauan dan peninjauan lokasi terdampak yang ditindaklanjuti dengan pengiriman personil. [HES]