Pegadaian Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Pulau Buru

Klik untuk perbesar
Dirut Pegadaian Kuswiyoto (kiri), menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-74 di Alun-alun MTQ, Namlea, Pulau Buru, Sabtu (17/8). (Foto: Humas Pegadaian)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perayaan kemerdekaan yang dilakukan PT Pegadaian (Persero) tahun ini sungguh istimewa. Bagaimana tidak, perusahaan pelat merah itu merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Namlea, Pulau Buru, Maluku.

"Upacara 17 Agustus kali ini sangat istimewa, karena Pegadaian dapat menyelenggarakan di tempat bersejarah, Namlea yang merupakan ibukota Pulau Buru pada saat penjajahan oleh Belanda," ujar Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam rilis yang diterima RMco.id, Sabtu (17/8).

Pada hari kemerdekaan ini Pegadaian memberikan bantuan dana CSR dan Bina Lingkungan senilai Rp 1,7 miliar di Kabupaten Buru. Bantuan itu berupa 2.000 paket sembako, 10 paket renovasi rumah, sarana air bersih di dua titik, elektrifikasi 50 Rumah Tangga Sasaran (RTS), 50 titik Mandi Cuci Kakus (MCK), 25 beasiswa, dan taman bacaan bagi siswa SMK.

Ini merupakan rangkaian kegiatan "BUMN Hadir Untuk Negeri" di 34 Provinsi di Tanah air.

Berita Terkait : Pegadaian Bagikan Masker dan Susu untuk Korban Asap Sumatera

Kuswiyoto mengatakan, pengembangan wilayah seperti Namlea perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan garda depan sebuah negara. Untuk itu, Pegadaian merasa terpanggil untuk terus melakukan pembangunan Indonesia di kota ini.

"Pegadaian sebagai perusahaan negara harus ikut membangun dan menjadi agen perubahan di berbagai wilayah," tutur Kuswiyoto yang menjadi inspektur upacara di Alun-Alun MTQ Kota Namlea, Maluku.


Kuswiyoto menambahkan, pegadaian berpegangan pada pidato kenegaraan Presiden Jokowi di hadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menyebut, Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa.

" Oleh sebab itu, pegadaian hadir di berbagai kota, dan saat ini sudah mencapai 4.200 kantor cabang dan jaringan di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Berita Terkait : Dongkrak Pendapatan, Pegadaian Gandeng BUMN dan Swasta

Pulau Buru merupakan salah satu gugusan pulau di Kepulauan Maluku. Pulau ini memiliki luas 8.473,2 km persegi dengan panjang garis pantai 427,2 km.

Dalam catatan sejarah, Pulau Buru dulunya merupakan kamp konsentrasi dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan tempat pembuangan tahanan politik di era Orde Baru.

Kabupaten Buru merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti cengkih, emas, dan mutiara. Namlea sendiri terkenal akan dataran rendah yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan, serta pantai yang indah.

"Kita sebagai anak bangsa harus menjaga betul-betul dan sebaik-baiknya kekayaan alam kita. Menjaga kekayaan alam merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air yang berlandaskan Pancasila," imbaunya.

Berita Terkait : Warna Indonesia Turut Rawat Keberagaman Budaya

Selain bantuan dana, Pegadaian dan BUMN lainnya ikut membangun sumber daya manusia dengan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang merupakan kegiatan pertukaran pelajar untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air kepada para siswa SMA/SMK.


Tahun ini, SMN yang dilaksanakan oleh PT Pegadaian (Pesero) sebagai PIC dengan PT Pelni (Persero) sebagai Co PIC, mengirim 20 pelajar asal Maluku untuk ke Jakarta. [OKT]