Kemendes Alokasikan Rp 30 Miliar Untuk Usaha Air Minum di Buleleng

Klik untuk perbesar
Menteri Eko Putro Sandjojo bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Buleleng, Bali melakukan kerja sama mengembangkan usaha pengolahan air minum kemasan, Rabu (21/8).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 30 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Buleleng, Bali melakukan kerja sama mengembangkan usaha pengolahan air minum kemasan. 

Mereka menggandeng PT Toya Ning Alami dan PT Pakar Cipta Karya untuk mengembangkan usaha tersebut.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan di Nusa Dua Bali, Rabu (21/8). MoU tersebut melibatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pakar  Cipta Karya dan PT Toya Ning Alami.

"Perjanjian kerja sama ini dilakukan agar BUMDes di Kabupaten Buleleng punya unit usaha bersama. Terkait operasional akan dilaksanakan di tiga lokasi di Kabupaten Buleleng. Satu lokasi akan dikelola 10 BUMDes, sehingga akan ada 30 BUMDes yang terlibat," ujar Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Majid, Kamis (22/8).

Berita Terkait : Kementan Mantapkan Kawasan Mangga Arummanis Rembang

Terkait Hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo mengaku, tengah gencar mempromosikan agar BUMDes bisa bekerjasama dengan perusahaan swasta baik lokal, nasional, maupun internasional. 

Menurutnya, pengembangan usaha dengan perusahaan akan membantu memperbaiki BUMDes memperbaiki sistem pengelolaan bisnis.


"Karena tidak semua orang desa bisa mengelola bisnis. Oleh sebab itu, perlu pendampingan. Dan pendampingan paling efektif soal ini adalah perusahaan swasta," ujarnya.

Tak hanya BUMDes, menurutnya, kerja sama antara perusahaan swasta dan BUMDes juga akan menguntungkan pihak swasta. 

Berita Terkait : Gubernur Anies Ingatkan Keadilan Sosial Pada Pengusaha Air Minum

Ia yakin, kerja sama antara puluhan BUMDes di Kabupaten Buleleng dengan PT Pakar Cipta Karya dan PT Toya Ning Alami tersebut akan cepat berkembang.

"Di Bali ini kan banyak wisatawan. Maka perlu dikembangkan juga desa wisatanya. Semakin banyak wisatawan yang mampu ditarik ke Bali, maka potensi air minum dalam kemasan ini juga semakin besar. Karena turis-turis juga butuh minum," ujarnya.

Di samping itu, Eko mengatakan, dana desa lima tahun ke depan akan diprioritaskan untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi, termasuk BUMDes. Pemaksimalan pengembangan ekonomi, lanjutnya, diharapkan dapat mempercepat kemandirian pembangunan desa.

"Ini penting. Lima tahun ini kita masih fokus pada infrastruktur karena memang infrastruktur desa masih belum memadai. Tapi kalau infrastruktur terus, kemudian infrastruktur banyak, nanti dana desa hanya akan habis digunakan untuk perawatan infrastruktur terus. Kalau desa tidak ada pendapatan lain selain dana desa, dana desa tidak akan cukup untuk merawat infrastruktur tersebut," ujarnya.

Berita Terkait : Mendes: BUMDes Pariwisata Dongkrak Usaha Kecil Rakyat Desa

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama, pada kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan permodalan masing-masing Rp1 miliar untuk 30 BUMDes di Kabupaten Buleleng. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui dua tahap. [DIR]