2025, Energi Baru Terbarukan  Ditargetkan Capai 23 Persen 

Humas  Ditjen EBTKE Kementerian ESDM sosialisasi Energi Baru Terbarukan
Klik untuk perbesar
Humas Ditjen EBTKE Kementerian ESDM sosialisasi Energi Baru Terbarukan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat mencapai 23 persen pada 2025 mendatang. 

Guna mengejar target itu pemerintah terus menggenjot proyek pembangkit listrik dari energi terbarukan. 

Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Harris, 23 persen bauran energi nasional akan berasal dari EBT. 

Berita Terkait : Kemenperin Bidik Penyerapan Anggaran Semester I Capai 42 Persen

Komitmen ini dinyatakan jelas dalam Kebijakan Energi Nasional di tahun 2025.

Untuk mencapai target tersebut sejumlah program telah disusun dan ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). 

"EBT itu banyak jenisnya, salah satunya energi surya. Dengan adanya potensi energi surya di Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mencapai target bauran EBT nasional," kata Harris di Bogor, Selasa (8/10). 

Baca Juga : Masuk Dekade Baru, Dubes Esti Ingin RI Mantapkan Kolaborasi Dengan Italia

Harris mengakui saat ini pemanfaatan energi surya baru mencapai 0,05 persen dari potensi yang ada. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong pemanfaatan energi surya secara optimal dengan melibatkan seluruh stakeholder. 

"Ini bagian upaya pelaksanaan kebijakan #EnergiBerkeadilan," akunya.

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Dan Energi telah memetakan potensi pemanfatan energi surya dari beberapa klaster potensial. 

Baca Juga : Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

"Antara lain Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, sektor pertambangan, sektor migas, sektor wisata dan lain-lain. Salah satu klaster yang potensinya cukup besar yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap sebesar 2,98 GW," tutupnya.( UMM)