Bidik Pendapatan Rp 23,5 Triliun

KAI Tambah Kereta Baru

Klik untuk perbesar
PT.Kereta Api Indonesia (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) pede jumlah penumpang tahun ini akan naik 2,5 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan pelayanan dan peluncuran kereta baru jadi pendorongnya.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro optimistis, kinerja perseroan tahun ini akan moncer atau tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini melihat dari tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi berbasis rel tersebut. 

“Di tahun 2019, kami menargetkan melayani 435.496.082 penumpang. Jumlah itu naik sebesar 2,5 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya di Jakarta, kemarin. 

Tahun ini, KAI juga menargetkan adanya peningkatan angkutan barang sebesar 17,5 persen menjadi 53,5 juta ton pada tahun ini. Dengan proyeksi kenaikan jumlah penumpang dan angkutan barang tersebut, KAI memprediksi dapat mengantongi pendapatan senilai Rp 23,5 triliun pada tahun ini. jumlah tersebut naik 18 persen dari capaian pendapatan 2018 sekitar Rp 19,9 triliun. 

Sepanjang tahun lalu, kata dia, KAI berhasil melayani 424.683.403 penumpang. Jumlah tersebut naik sebesar 8 persen dibanding 2017 yang mencapai 394.134.634 penumpang. 

Tingginya volume penumpang tersebut terdiri dari kereta api (KA) utama kelas eksekutif, bisnis, ekonomi sebanyak 44.088.520 penumpang, KA lokal sebesar 41.266.167 penumpang, Commuter Line/ Kereta Rel Listrik (KRL) sebesar 336.714.273 penumpang, KA Wisata sebesar 99.578 penumpang, KA Bandara sebesar 1.587.951 penumpang, dan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan sebesar 926.914 penumpang. Sementara untuk angkutan barang , KAI berhasil mengangkut 45,5 juta ton barang. 

“Ini karena peningkatan pelayanan kepada pelanggan, peluncuran berbagai KA baru, sarana kereta Eksekutif New Image dan kereta Ekonomi Premium,” ujarnya. 

Menurut Edi, pengadaan kereta baru merupakan komitmen perseroan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Kereta baru juga menambah kenyamanan selama perjalanan menggunakan kereta api.

Ada beberapa kereta baru yang dirilis KAI pada tahun lalu. Yaitu, KA Solo Ekspres (Kutoarjo-Solo), KA Bandara Internasional Minangkabau, KA Kuala Stabas Premium (Tanjungkarang-Baturaja), LRT Sumatera Selatan, dan KA Prabujaya (Kertapati-Prabumulih). Kemudian KA Joglosemarkerto (Yogyakarta-Solo Balapan-Semarang Tawang-Purwokerto), KA Galunggung (KiaracondongTasikmalaya), dan perpanjangan Rute KA Wijayakusuma dari sebelumnya Cilacap-Solo menjadi Cilacap-Banyuwangi. 

Sedangkan pengoperasian kereta Eksekutif New Image (Stainless Steel) dan kereta Ekonomi Premium (Stainless Steel) merupakan bagian dari pengadaan 438 kereta yang terbagi dalam 38 train set. Sampai dengan saat ini, perseroan sudah menerima 26 train set kereta baru. 

26 train set kereta baru itu telah digunakan pada berbagai KA. Antara lain, KA Argo Parahyangan, Taksaka, Tawang Jaya Premium, Turangga, Senja Utama Solo, Argo Wilis, Harina, Sawunggalih, Purwojaya, Kutojaya Utara, Lodaya, Argo Jati, dan Mutiara Timur. 

Angkut 5,7 Juta Penumpang Edi menambahkan, selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru), perseroan berhasil mengangkut 5,7 juta penumpang. Jumlah tersebut naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 5,1 juta penumpang. 

Menurutnya, tren positif tersebut ditunjang antara lain oleh penambahan perjalanan KA. KAI menjalankan 346 perjalanan KA reguler serta 48 perjalanan KA tambahan dengan total 394 KA. Jumlah ini meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya yakni 375 KA.

Selain itu, kenaikan volume penumpang juga dipengaruhi adanya penumpang dinamis, meningkatnya minat masyarakat akan angkutan KA, dan peluncuran KA Galunggung relasi Stasiun Kiaracondong (Bandung) – Stasiun Tasikmalaya dan KA Pangandaran relasi Stasiun Gambir (Jakarta) – Stasiun Bandung – Stasiun Banjar. KA tersebut diluncurkan pada periode Nataru tahun ini.

Ia menilai, peluncuran kedua KA tersebut cukup mendongkrak jumlah penumpang dengan skema menerapkan tarif gratis selama masa promo. Hingga akhir masa Nataru atau 6 Januari 2019, volume KA Galunggung dan KA Pangandaran selalu ada di atas 100 persen tingkat keterisian penumpangnya.

“Sepanjang pelaksanaan angkutan nataru ini berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti serta zero accident,” tandasnya. [IMA]
 

RM Video