Trayek Bus Trans Jawa

Damri Minta Subsidi

Klik untuk perbesar
(Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka trayek bus Trans Jawa untuk menambah pilihan transportasi masyarakat. Perum Damri siap mengikuti keputusan regulator. Namun, BUMN transportasi itu minta subsidi.

KEPALA Divisi Operasional Perum Damri Suyanto mengungkapkan, baru sekali duduk bersama Jasa Marga membicarakan wacana bus Trans Jawa. Itupun baru sekadar penjajakan. Belum sampai ke pola bisnis, atau skema operasionalnya. 

Meski begitu, dia menyebut, Damri siap jika nantinya memang ditugaskan. Sebab, perseroan mengaku telah memiliki lintasan eksisting di Trans Jawa, begitu juga dengan jumlah armadanya. Sehingga tinggal dikoneksikan sesuai dengan yang ditawarkan pemerintah. 

“Kami sebagai operator siap untuk pelayanan tersebut. Ini sudah berjalan, karena kami punya lintasan di trayek tersebut. Ke Purwokerto, Semarang, dan Solo. Bahkan   dari Cilacap ke Surabaya, lintasan trayeknya sudah punya,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Menurut dia, selama ini keberadaan Damri di lintasan tersebut seperti bus umum. Permintaan masih jadi penentu kelancaran bisnis. Jika banyak penumpang, maka akan banyak armada yang berangkat. Sebaliknya. Jika sepi, paling hanya beberapa unit saja. 

Terkait lintasan Jakarta-Surabaya, Damri belum memililinya. Suyanto juga khawatir apakah trayek ini akan diminati masyarakat. Sebab masih ada moda transportasi lain, seperti pesawat dan kereta api yang jauh lebih cepat. 

“Pesawat melalui udara tentu lebih cepat. Kereta api punya jalur khusus. Kalau Damri kan masih ada titik kemacetan, meski tol sudah dibangun hingga Surabaya.   Khawatirnya, lintasan itu tidak dioperasikan karena pelanggan memilih yang tepat waktu dan cepat,” tuturnya. 

Terkait benefit yang diterima Damri, Suyanto mengaku, belum memilili kajian khusus. Namun, trayek ini akan ditinggal masyarakat jika tarifnya sama dengan pesawat atau kereta api. 

Damri tidak ingin mengoperasikan trayek yang hanya merugikan perseroan. Kecuali ada nilai subsidinya. Misalkan nilai biaya operasional ke Surabaya minimal 30 penumpang. Namun suatu hari penumpang hanya ada 15, maka pemerintah harus mensubsidi kekurangan tersebut. 

Terkait kinerja perseroan, Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan Damri Restiti Sekartini mengatakan, kinerja perusahaan 2018 melebihi target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Tolok ukur melalui Key Performance Indicator (KPI) hingga November 2018 mencapai 81,65 poin. 

“Di atas 70 itu sudah masuk kategori bagus. Layanan, operasional, dan digitalisasi juga mencapai target RKAP 2018. Target Damri di 2019, dari keuangan pendapatan   ditargetkan naik 29 persen dari 2018. Laba naik 53 persen. Layanan dan operasional berbasis konektivitas,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah menggodok rencana trayek baru Jakarta-Surabaya via Tol Trans Jawa. Proyek ini diharapkan dapat memperbanyak pilihan moda transportasi masyarakat.  “Bahwa kalau ada bus yang menggunakan tol, pasti jarak tempuh itu menjadi lebih pendek. Dan okupansinya akan bertambah dibandingkan dengan yang lain,” kata pria yang akrab disapa BKS.

Dia pun telah menggelar rapat dengan berbagai pihak terkait seperti BUMN operator bus, Perum Damri dan operator bus swasta. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan trayek baru nantinya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Kita bilang oke kita bikin pioneer bagaimana bus Trans Jawa itu dilakukan. Intinya memang harus ada perintis yah pertama kali mungkin okupansinya tidak bagus, tapi   yang akan datang akan bagus,” cetusnya. 

Rencananya, akan ada subsidi dari pemerintah untuk menunjang operasional trayek tol Trans Jawa ini di tahap awal. Meski demikian, belum ada keputusan detail mengenai besaran dan mekanisme subsidi yang bakal dikucurkan. “Saya pikir kita tahap awal musti ada subsidi supaya ada daya tarik di sana,” pungkasnya. [MEN]

RM Video