Bisa Dongkrak Perekonomian

KAI Kebut Reaktivasi Jalur Cibatu-Garut

Klik untuk perbesar
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (API) segara menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur kereta api Cibatu-Garut. Selain untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal, reaktivasi juga bisa mendongkrak perekonomian dan wisata daerah.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menemani kunjungan Presiden Jokowi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1). Salah satu agenda rombongan adalah meninjau reaktivasi Rel Cibatu-Garut. Rombongan berangkat dari Jakarta dengan menggunakan Kereta Wisata. Mereka tiba di Stasiun Cibatu sekitar pukul 10.50 WIB. 

Edi mengatakan, reaktivasi jalur ini sangat potensial bagi pengembangan wilayah Priangan Timur dan Tenggara, serta wilayah selatan Jawa Barat. “Di sini track aslinya ada, tapi mati. Rencananya ada empat jalur kereta api non aktif yang kalau ini semua diaktifkan kembali bisa tersambung dari Pangandaran menuju BandungYogyakarta,” katanya.

Berita Terkait : KAI Ketiban Berkah Lebaran

 Bahkan berdasarkan cerita masyarakat, kata dia, komedian komedian berkumis ala Hitler, Charlie Chaplin, pernah turun di Stasiun Cibatu, Garut, Jawa Barat. “Charlie Chaplin pernah ke sini, dua kali datang untuk honeymoon katanya. Ada pemandangan gunung, jalurnya memang indah,” tuturnya. 

Untuk tahap awal, kata dia, KAI akan memprioritaskan reaktivasi jalur Cibatu-Garut yang telah ditutup pada 1982 dengan rute sepanjang 19,3 kilometer (km). Dengan reaktivasi, kemacetan di jalan raya dapat dikurangi, terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui kereta api, tercipta kemudahan akses ke lokasi wisata, dan hadirnya kepastian waktu dalam distribusi logistik. 


“Untuk jalur Cibatu-Garut ditargetkan akan selesai di 2019. Kalau ketiga jalur lainnya, diharapkan selesai dalam tiga tahun kedepan,” imbuhnya.  Sayangnya, dalam proses reaktivasi ini, kerap menghadapi penolakan-penolakan warga yang tinggal di sekitar area rel.

Berita Terkait : Dongkrak Potensi Ekonomi Daerah, KAI Mantapkan Digitalisasi

Edi menyebutkan, dari total 1.077 bangunan yang perlu ditertibkan, terdapat 911 kepala keluarga (KK) yang akan mendapatkan uang bongkar. Sampai dengan 16 Januari 2019, sudah 218 KK atau sekitar 23,93 persen yang sudah menerima uang bongkar yang diberikan melalui rekening bank. 

Setelah menerima uang bongkar, masyarakat secara sukarela membongkar bangunnannya sendiri karena mereka menyadari bahwa bangunannya berada diatas aset KAI. “KAI berharap dukungan dari berbagai pihak agar program reaktivasi di Jawa Barat ini dapat berjalan dengan lancar,” tandasnya. 

Menteri BUMN Rini M Soemarno menjelaskan, KAI didukung oleh pemerintah pusat dan daerah, akan mereaktivasi empat Jalur KA nonaktif di Jawa Barat. Yaitu rute CibatuGarut-Cikajang, Pangandaran sepanjang 47,5 km, RancaekekTanjungsari sepanjang 11,5 km, Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, dan BandungCiwidey sepanjang 37,8 km.

Berita Terkait : PT KAI Aktifkan Kembali 4 Jalur Kereta Di Jawa Barat

“Pada dasarnya, jalur kereta adalah aset negara. yang akan di reaktivasi cukup banyak. Terutama di Jabar ini untuk konektivitas sangat baik kalau kita pakai kereta. Total kira-kira lebih dari 200 km. Nah, kami kerjakan tahun ini,” katanya. 

Menurutnya, masyarakat di Jabar sangat membutuhkan transportasi massal sehingga pelayanan kereta api ini mesti ditingkatkan. “Presiden juga mendukung 100 persen,” terangnya. 


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah mengerjakan reaktivasi dari Cianjur ke Bandung. Untuk jalur lainnya akan dikerjakan bersama-sama dengan KAI. “Ada dua tahun ini, CibatuCikajang dan Cianjur-Bandung. Investasi ya bervariasi, khusus yang Bandung itu kita butuh Rp 200 miliar,” akunya. [IMA]

RM Video