Kasih Bantuan Petani dan UKM Kopi

BRI Mau Angkat Petani-UKM Kopi Naik Kelas & Go Digital

Klik untuk perbesar
Dirut BRI Suprajarto (baju biru) saat menyapa UKM Kopi di Banyuwangi. (Foto : dok BRI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - BRI siap mewujudkan keinginan petani dan usaha kecil menengah (UKM) kopi hidup sejahtera. Menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI membuktikannya dengan menggelar Program Berkelanjutan dan Naik Kelas untuk Petani dan UMKM Kopi di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/01).

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan pihaknya bertekad membantu petani dan pelaku UMKM kopi di Banyuwangi go digital serta memiliki kapabilitas untuk ekspor. Menurutnya, Banyuwangi dipilih sebagai tempat digelarnya program berkelanjutan, karena daerah ini sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia.


“Dengan perkebunan kopi yang memiliki luas lebih dari 8 ribu hektare di berbagai kecamatan, seperti Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Licin, Song- gon, Glenmore, Kalibaru, Pesanggaran, potensi industri kopi di Banyuwangi ditaksir dapat lebih dari Rp 319 miliar per tahunnya,” beber Suprajarto lagi.

Baca Juga : Polisi Cuma Bawa Gas Air Mata Dan Tameng

Sehingga tak heran jika BRI mencatatkan outstanding kredit petani dan UKM kopi di Banyuwangi senilai Rp 47 miliar untuk 2018. Dengan jumlah debitor hampir 1.600 orang. Tahun ini ia berharap outstanding kredit dari sektor kopi bisa naik.

“Mudah-mudahan naik. Sebagian besar akan kami salurkan lewat KUR. Apalagi jatah KUR untuk sektor produktif naik dari 40 menjadi 60 persen. Semoga bisa dipenuhi dari petani kopi,” terangnya.


Melihat besarnya potensi komoditas kopi di Banyuwangi, Supra, demikian ia biasa disapa, yakin sebenarnya hasil komoditas kopi masih bisa digenjot. “Kami yakin, problemnya memang terletak di off-taker (pembeli). Kami akan carikan off-taker yang lebih besar agar petani dan UKM kopi naik kelas dan terus sejahtera,” janjinya.

Baca Juga : Terima Kekalahan Itu, Pahit Jenderal

Dalam acara tersebut, Supra menyerahkan bantuan alat pengupas kopi, kendaraan bermotor dan bibit tanaman sebagai bentuk CSR BRI Peduli. Ia juga menyerahkan secara simbolis Kupedes, Kredit Kecil dan KUR Mikro BRI kepada petani dan pelaku UKM. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 300 juta.

Kasihati (49), adalah salah satu penerima kredit BRI senilai Rp 300 juta. Ia mengaku bukan kali itu saja dia mendapat kredit dari bank spesialis sektor UKM tersebut. “Saya sudah tiga tahun jadi debitor BRI. Awalnya saya pin- jam Rp 100 juta, itu tiga tahun lalu. Yang baru saya dapat Rp 300 juta” terang Kasihati kepada Rakyat Merdeka.


Di tempat yang sama, Kepala Eksekutif Perbankan OJK Heru Kristiyana mengapresiasi pencapaian pelaku UKM kopi. “Saya tadi senang lihat kemasan kopi siap pakai sudah baik sekali. Kita harus apre- siasi usaha BRI menaikkan kelas UKM kopi. Harapannya, dengan adanya pendampingan BRI, petani dan UKM kopi bisa go global,” tuturnya. (EFI)

RM Video