Bantu Kembangkan UMKM

Mandiri Gelontorkan Rp 200 M Ke Pelapak Bukalapak

Klik untuk perbesar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap menggelontorkan modal kerja sebesar Rp 200 miliar kepada puluhan ribu pelapak UMKM di Bukalapak. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menggandeng e-commerce Bukalapak.com, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap menggelontorkan modal kerja sebesar Rp 200 miliar. Pinjaman berupa modal kerja itu akan diberikan kepada puluhan ribu pelapak UMKM di Bukalapak.

Dalam mengakses pinjaman tersebut, Bukalapak akan mereferensikan mitra UMKM-nya yang potensial, untuk mengi- kuti proses seleksi berdasarkan kriteria nasabah debitor Bank Mandiri.

Nantinya, pelapak UMKM Bukalapak bisa mendapat pembiayaan mikro, baik dari kredit mikro Mandiri atau pun Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai kelayakan dan syaratnya. Berdasarkan proses seleksi tersebut, Bank Mandiri kemudian menentukan besaran plafon kredit yang disetujui, di mana plafon maksimal yang bisa di- akses untuk setiap mitra UMKM adalah Rp 200 juta.

Berita Terkait : Kembangkan UMKM, BRI Kembali Luncurkan BRIncubator di 2019

“Untuk tahap awal, Bank Mandiri menyediakan total pembiayaan sebesar Rp 200 miliar. Nggak ada target tiap tahunnya berapa, ya kalau habis kita tambah lagi. Kita ingin jualan kan cepat habis,” imbuh Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang dalam acara penandatanganan PKS dengan Bukalapak di Jakarta, kemarin.

Donsuwan melanjutkan, pihaknya tak ingin membatasi berapa jumlah modal kerja yang diberikan kepada Bukalapak. Ia hanya menekankan, bagaimana plafon tersebut bisa disalurkan UMKM. “Tidak ada, sesuai kecepatan data absorbnya saja. Kredit corporate memang dibatasi, kalau mikro itu nggak ada, batasnya langit. Bisa lebih dari Rp 200 miliar, bahkan triliunan,” ujarnya.


Menurut Donsuwan, skema kerja sama ini sangat strategis, karena dapat membantu bank menjaga kualitas pembiayaan yang disalurkan, serta meningkatkan nilai tambah yang bisa diberikan Bukalapak kepada pelaku UMKM yang menjadi mitra.

Berita Terkait : PUPR Makin Manjain Nelayan

“Di samping itu, skema kerja sama ini juga dapat mempercepat proses persetujuan kredit, sehingga mitra Bukalapak dapat memanfaatkan momentum yang ada dalam mengembangkan usaha,” kata Donsuwan.

Ia berharap, kerja sama dengan e-commerce seperti ini bukan hanya dengan Bukalapak, tapi juga dengan perusahaan e-commerce lainnya. Karena bagaimana pun, imbuhnya, saat ini perbankan bisnisnya mengikuti perkembangan dan tren yang ada. “Harapannya ingin jumlahnya makin banyak, plafonnya men- ingkat terus. Karena kita punya misi yang sama, yakni menolong usaha mikro untuk bisa berkem- bang dan naik kelas,” tuturnya.

Hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp 78,23 triliun kepada pelaku UMKM di Tanah Air. Sementara penyaluran KUR tahun ini targetnya mencapai Rp 25 triliun. Menurutnya, peran Bank Mandiri khusus di kredit mikro semakin besar.

Berita Terkait : AP I Siap Gelontorkan Rp 2 Miliar Untuk UMKM

Co-Founder & President Bukalapak M Fajrin Rasyid menambahkan, dari 4 juta pelaku UMKM yang ada di Bukalapak, yang berpotensi mendapatkan pendanaan dari Bank Mandiri sebenarnya mencapai ratusan ribu. Namun di tahap awal, Bukalapak hanya mencoba puluhan ribu pelapak UMKM untuk berpotensi.

“Peran kami, dari data-data yang kami miliki, bisa menjadi assessment tambahan bagi Bank Mandiri. Mungkin sebelumnya kredit Bank Mandiri kepada usaha tradisional di offline, kadang data record-nya kurang baik. Kami di BL, semua datanya ada. Kami tahu satu pelapak omzet-nya berapa tiap bulan,” terangnya. [DWI]

RM Video