Pelindo III Wujudkan Pelabuhan Modern & Ramah Lingkungan

Terapkan Window Connectivity Dan Adakan Penanaman 50 Ribu Bakau

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Doso Agung (ketiga dari kiri) usai menandatangani kerja sama dengan dengan perusahaan pelayaran dalam memperkuat konektivitas dan menyederhanakan sistem pembayaran (single billing) di Surabaya , 14 Januari 2019. (Foto: Humas PT Pelindo III)
Klik untuk perbesar
Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Doso Agung (ketiga dari kiri) usai menandatangani kerja sama dengan dengan perusahaan pelayaran dalam memperkuat konektivitas dan menyederhanakan sistem pembayaran (single billing) di Surabaya , 14 Januari 2019. (Foto: Humas PT Pelindo III)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III tengah memperkuat konektivitas antara pelabuhan di Indonesia melalui penerapan sistem window connectivity.Kesiapan infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki, kianmendorong Pelindo III melaksanakan sistem tersebut. “Window connectivity akan mengintegrasikan sistem informasi antar pelabuhan, yang dapat meningkatkan efektivitas pelayanan bagi para penggunajasa.

Berita Terkait : Mantap, Pelindo III Gelar Mudik Nataru Gratis

Sistem ini dapat memberikan kepastian sandar bagi perusahaan pelayaran, standarisasi operasional di terminal, dan proses bongkar muat barang yang berdampak pada turn round voyage (TRV) kapal,” kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung.

Baca Juga : Masuk Dekade Baru, Dubes Esti Ingin RI Mantapkan Kolaborasi Dengan Italia

Pelindo III merupakan BUMN operator pelabuhan dengan wilayahkerja yang sangat strategis secara geografis. Berlokasi di 7 provinsi di tengah-tengah Nusantara, Pelindo III ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Kalimantan Tengah dan Selatan.

Baca Juga : Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

Dengan kondisi geografis seperti itu,pengembangan pelabuhan yang dilakukan oleh Pelindo III menjadi krusial untuk menjaga kelancaran arus, dan meningkatkan efisiensi biaya logistik antara Kawasan Barat dan Timur Indonesia.
 Selanjutnya