April Mendatang, Fasilitas Darat & Udara Dipastikan Rampung 100 Persen

Sudah 53 Persen, Progres Pembangunan Terminal Internasional Bandara NYIA

Klik untuk perbesar
Bangunan terminal Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dirancang tahan gempa hingga kekuatan 8,8 Skala Richter. (Foto: Humas AP I)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hingga minggu ke-30 pelaksanaan pekerjaan yang jatuh pada 6 Februari lalu, progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tahap operasional terminal internasional telah mencapai 53 persen.

Fasilitas sisi udara  (airside) yang meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron ditargetkan rampung 100 persen, pada April mendatang.
Selain itu, fasilitas sisi darat (landside) seperti gedung terminal seluas 12 ribu meter persegi, gedung penunjang (seperti gedung PKP-PK, kargo dan EMPU, masjid,  Main Power House (MPH), dan gedung administrasi) juga dipastikan tuntas 100 persen.


“Kami optimis dapat menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini, sesuai jadwal yang telah tetapkan. Semoga, proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan dapat dilakukan pada minggu kedua Maret mendatang," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/2).

Berita Terkait : AP I Siap Gelar Simulasi Operasional Bandara Internasional Yogyakarta

Faik menambahkan, saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA secara keseluruhan telah mencapai 50 persen, dengan terminal seluas 12 ribu meter persegi, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

NYIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan pemerintah kepada Angkasa Pura I. NYIA mendesak untuk dibangun, mengingat Bandara Adisutjipto yang ada saat ini, sudah dalam kondisi lack of capacity (kekurangan kapasitas, red).


Desember tahun ini, pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1.  NYIA akan memiliki terminal seluas 210 ribu meter persegi. Bandara ini berkapasitas 14 juta penumpang per tahun, atau 9 kali lipat dari daya tampung Bandara Adisutjipto. 

Baca Juga : Presiden Pelawak

“NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kehadiran NYIA diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta, serta memiliki multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” jelas Faik.

Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa proyek NYIA juga memperhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan berjarak satu kilometer dari pantai. Sementara apron berada 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 Skala Richter.


Hadirnya NYIA merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I dalam mendukung pengembangan konektivitas udara dan mendorong pengembangan wilayah. Bagi pengguna jasa, keberadaan NYIA akan meningkatkan level of service dalam aspek pelayanan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan. “Harapannya, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi semakin istimewa dengan hadirnya NYIA,” tandas Faik. [HES]

RM Video