Berkat BNI, Pebisnis Tas Lokal Surabaya Tembus Pasar Singapura

Klik untuk perbesar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengajak salah satu mitranya untuk menjajakan barang dagangan berkualitas dan menjadi komoditas ekspor di Pameran Hari Pers Nasional (HPN) 2019. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pada peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, kemarin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengajak salah satu nasabahnya yang juga pelaku usaha. Perseroan ingin menunjukkan keberpihakannya terhadap usaha kecil dan menengah, yang sangat potensial menopang pertumbuhan ekonomi bangsa.

Edwin Yanee, pemilik Taylor Fine Goods (TFG), salah satu merek usaha lokal asal Surabaya, saat ini sudah memasarkan produknya ke Singapura dan Thailand. Wirausaha muda ini memulai bisnisnya ini mulai dari nol pada 2012 dengan modal Rp 5 juta.

Dengan ketekunannya, kini usahanya merangkak naik. Edwin membawa bendera usaha CV Samudra Canvas Indo untuk memasarkan tas tangan, ransel, dompet, ikat pinggang, hingga tali kamera kekinian. “Awalnya saya jalani jasa fotografi, kemudian jasa ini sudah semakin padat oleh fotografer lain, hingga akhirnya saya coba-coba mendesain dan memprodukai tali kamera, lalu tas kameranya juga. Pada awal- nya memang berat, tetapi akhirnya usaha ini terus berkembang sampai saat ini tersebar di sekitar 40 toko, dengan pekerja sekitar 50 orang,” kata Edwin dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka.

Diakui Edwin, BNI menjadi salah satu penopang yang turut membesarkan usaha ini lewat saluran pembiayaannya.Dengan bekal suntikan dana ini, Edwin memanfatkannya untuk menambah modal kerja usaha perdagangan tas dan dompet. Keuletan Edwin dalam mengembangkan bisnis membuat produk-produk TFG disukai para traveler dan anak muda, hingga salah satu peritel buku dan alat tulis terkemuka di Indonesia pun ikut menerima pasokan barang dari Edwin. “Produk-produk saya akhirnya sanggup menembus pasar Singapura dan Taiwan. Saya bisa ekspor karena memanfaat- kan kekuatan social media,” tuturnya.

Berita Terkait : Serena, Petenis Terkaya Sejagat


Ia bercerita, awalnya memilih berbisnis tas dan strap untuk kamera karena di Indonesia belum ada produk yang murah dengan kualitas bagus. Saat itu, yang ada produk impor dengan harga yang sangat mahal. Karena dulu fotografi belum sepopuler saat ini. Dalam menjual barangnya, Edwin mengincar kalangan fotografer.

Sempat dalam dua tahun ia mengalami kerugian, karena produk tas dan strap kamera buatannya kurang banyak diminati. “Kita jual di toko kamera, penjualannya jelek. Ada yang berhasil masuk ke toko, tapi tidak dipajang. Struggling banget waktu itu,” kenangnya.

Akhirnya ia pun mencoba cara lain, yaitu memasarkan produknya ke distro-distro. Lama-lama, produk TFG disambut baik oleh konsumen. Ia pun mencoba menyalurkan ke toko-toko distro dan lifestyle lainnya. Karena produknya diminati pasar, Edwin mulai mengembangkan desain lain.

Ia sesuaikan desain TFG dengan permintaan pasar yang jadi tujuannya saat itu. Menurut dia, jika sudah ada permintaan dari pasar, akan lebih mudah dalam melaksanakan dan mengembangkan bisnisnya ke depan.

Berita Terkait : Sarinah Ngarep Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

Di kesempatan yang sama, CEO BNI Wilayah Surabaya Muhammad Jufri menuturkan, penyaluran kredit produktif di wilayah kelolaan BNI Wilayah Surabaya sepanjang 2018 mencapai Rp 16,92 triliun, atau tumbuh 11,99 persen dari 2017 yang mencapai Rp 15,10 triliun.


Penyaluran kredit tersebut sebagian besar menyentuh sektor sektor produktif Rp 10,73 triliun (63,44 persen). “BNI secara aktif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang sejalan dengan program pemerintah, terutama dalam pembiayaan usaha berorientasi ekspor. Salah satu kisah sukses dapat dilihat di bisnis TFG ini,” sebutnya.

Jufri bilang, kehadiran pelaku usaha kecil dalam perhelatan akbar industri pers Indonesia ini, dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kucuran kredit yang dilakukan perbankan nasional itu efektif, bahkan mampu membantu menembus pasar ekspor.

“Peningkatan ekspor merupakan salah satu upaya yang perlu didorong, untuk menumbuhkan perekonomian nasional di tengah persaingan dagang yang menantang di dunia saat ini,” imbuhnya.

Berita Terkait : Golkar Diprediksi Sulit Tembus Tiga Besar

Keberpihakan BNI pada pengembangan usaha mitra binaannya ini sejalan dengan tema besar HPN 2019, yaitu Pers dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. [DWI]

RM Video