Bidik 1 Juta Ton Kargo, Angkasa Pura II Gaet My Indo Airlines Cargo Freighter

Klik untuk perbesar
Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin (tengah), usai menandatangani nota kesepahaman atau MoU antara PT Angkasa Pura Kargo dengan My Indo Airlines untuk mempertajam penetrasi bisnis kargo di Jakarta, Rabu (20/2). (Foto: AP II)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II terus bergerak lincah mengepakkan sayap usahanya. BUMN yang mengelola 16 bandara di wilayah Indonesia Barat itu, kini mempertajam penetrasi di bisnis kargo dengan menggandeng My Indo Airlines.
 
Kerja sama dengan My Indo Airlines dilakukan AP II melalui anak usahanya, PT Angkasa Pura Kargo. My Indo Airlines adalah perusahaan ternama di industri kargo nasional yang mengoperasikan pesawat Boeing 737 khusus kargo (cargo freighter).
 
Pada tahap awal, kerja sama dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Angkasa Pura Kargo dan My Indo Airlines, Rabu (20/2).MoU tersebut memuat skema rencana kerja sama terkait pengembangan bisnis logistik. Skema tersebut meliputi logistik dan supply chain, pengelolaan pergudangan, pemeriksaan keamanan kargo dan pos (regulated agent), pelayanan jasa kargo dan pos lainnya, serta cargo sales agent.


Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, ini adalah langkah awal yang tepat bagi perseroan, untuk mencapai target mengelola 1 juta ton kargo tahun ini. "Kami memproyeksikan bisnis kargo akan semakin tumbuh, seiring booming e-commerce dan digital marketplace. Karena itu, AP II menangkap peluang ini dan fokus pada e-commerce cargo. Momentumnya adalah saat ini, di mana kami harus mulai menggandeng pemain besar di industri kargo nasional dan global," ujar Awaluddin, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/2). 

Untuk mewujudkan hal tersebut. AP II juga harus memiliki infrastruktur industri yang menunjang pertumbuhan kargo di sejumlah bandara. Baik itu hard ataupun soft infrastructure. 

Berita Terkait : Jokowi Minta AP II Segera Kelola Bandara Radin Inten II Lampung

"Untuk hard infrastructure, kami mengembangkan area kargo hampir di seluruh bandara. Termasuk, pembangunan proyek cargo village di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sedangkan untuk soft infrastructure, kami akan mengembangkan Integrated Cargo Logistic System,” jelas Awaluddin.


Presiden Director PT Angkasa Pura Kargo Denny Fikri juga mengungkapkan, kerja sama ini bertujuan untuk memberikan dampak positif atas kebutuhan distribusi kargo udara. “Tingginya pergerakan kargo udara menjadikan cargo freighter sebagai salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan. Diharapkan, kerja sama ini dapat mengakomodir kebutuhan pasar kargo udara nasional secara optimal,” paparnya.

Berita Terkait : Industri Perhotelan Yang Dikelola PT Angkasa Pura II Diakui Dunia Internasional

Target menangani 1 juta ton kargo merupakan program utama dari AP II pada tahun ini, untuk menghasilkan sumber pendapatan selain dari bisnis inti, yakni bisnis kebandarudaraan. Tahun 2018, AP II menangani 932.107 ton kargo, yang terdiri dari 545.112 ton kargo domestik dan 386.995 ton kargo internasional. Khusus kargo domestik, realisasi pada 2018 meningkat signifikan hingga 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. [HES]

RM Video