Patok Penjaminan Rp 182 Triliun

Jamkrindo Perkuat SDM

Klik untuk perbesar
Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto (tengah) bersama (dari kiri) Direktur Operasional dan Jaringan Kadar Wisnuwarman, Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko I Rusdonobanu, Direktur Bisnis Penjaminan Amin Mas’udi, dan Direktur SDM, Umum, dan Kepatuhan Sulis Usdoko, menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Paparan Kinerja di jakarta, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menargetkan volume penjaminan 2019 sebesar Rp 182,36 triliun. Jumlah ini naik 16,5 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 sebesar Rp 156,6 triliun.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi. Mulai dari penguatan kompetensi sumber daya manusia, otomasi proses bisnis dengan meningkatkan kekuatan sistem manajemen operasional yang optimal, melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah, serta memperkuat penetrasi pasar dengan berbagai inovasi dan juga inisiatif sinergi dengan berbagai mitra bisnis perusahaan.

“Kami optimistis bisa mencapai target volume penjaminan tersebut,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Raih Suporter Terbaik, Jakmania Memang Top


Ia mencontohkan, tahun ini Jamkrindo akan mengimplementasikan inovasi terbaru dalam bidang penjaminan dengan marketplace guarantee (MPG). “Jika kami dahulu model bisnisnya selalu follow the bank, tapi sekarang sudah berubah signifikan. Kami bisa sejajar," katanya.

Ia menilai, dengan berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Peran Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia pada pertengahan tahun lalu, maka dampak positifnya akan semakin terasa di tahun 2019 ini. Sebab dengan berlakunya PP terbaru tersebut, Jamkrindo bisa melakukan penjaminan di luar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi, yakni melalui sinergi BUMN.

“Pada 2018, kami telah melakukan penjaminan untuk Nindya Karya, Istaka Karya, PFN, Primissima dan Indusri Sandang Nusantara. Harapannya 2019 bisa lebih agresif lagi, namun tetap fokus utama kami untuk melayani UMKM dan Koperasi,” jelasnya.

Berita Terkait : Pertamina Ngebor 346 Sumur Migas

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2018, pihaknya mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp 174,74 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 508,3 miliar. Angka tersebut melampaui RKAP 2018 sebesar Rp 156,6 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp 343 miliar.


"Volume penjaminan ini tumbuh 12,5 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan di awal tahun 2018 kami melakukan perubahan pencatatan imbal jasa yang semula tahunan, kini menjadi bulanan. Jadi, ada penyesuaian pembukuan," ujarnya.

Ia menjelaskan, perhitungan laporan keuangan Perum Jamkrindo telah menyesuaikan dengan regulasi terbaru, sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomer S-129/D.05/2017 tanggal 29 Agustus 2017 perihal pencatatan imbal jasa penjaminan. Berdasarkan regulasi itu, pencatatan imbal jasa penjaminan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi akrual bulanan.

Berita Terkait : Raup Laba Rp 3 Triliun, Semen Indonesia Pake Jurus Khusus

"Kini, kami terus berupaya menjaga keberlanjutan bisnis dengan berfokus meningkatkan pertumbuhan dalam rangka mengoptimalkan kapasitas secara efektif dan efisien," tutupnya.

Untuk diketahui, selama ini Jamkrindo bergerak di bidang penjaminan dengan produk program dan nonprogam. Di mana produk untuk mendukung program pemerintah adalah penjaminan kredit usaha rakyat (KUR), penjaminan kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan penjaminan sistem resi gudang.


Adapun produk non-program yakni penjaminan pembiayaan umum, pembiayaan mikro, pembiayaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa, pembiayaan multiguna, sampai penjaminan fintech. [IMA]

RM Video