Rogoh Kocek Rp 294 M, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Korban PHK

Klik untuk perbesar
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto (Foto: ANTARA)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengeluarkan anggaran Rp 294 miliar, untuk membuat program pelatihan vokasi.

Program ini dibuat untuk para peserta jaminan sosial, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), habis kontrak, atau mengalami cacat karena kecelakaan kerja. "Pelatihan vokasi itu melingkupi job shifting, peningkatan keahlian, hingga job retraining atau upskilling. Itu yang akan kami latih," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, dalam acara seminar bertajuk 'How to Create a Great Innovative Leader' di Institut BPJS Ketenagakerjaan, Bogor, Rabu (13/3).

Berita Terkait : Kemenag Tangsel Buka Kantin Sehat

Agus mengungkapkan, pelaksanaan pelatihan vokasi ini akan dilaksanakan secara multiyears, dengan target peserta 20 ribu orang. Target tersebut ditetapkan berdasarkan kemampuan anggaran perseroan, sebesar Rp 294 miliar.

"Angka 20 ribu peserta itu dari data kemampuan anggaran kita. Anggarannya Rp 294 miliar. Hampir Rp 300 miliar," ungkapnya.

Baca Juga : Sungai Kita Kondisinya Kritis

Agus menyatakan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan apa yang dilatihnya bisa terserap oleh kebutuhan industri. Karena itu, ia juga mengajak sejumlah perusahaan besar untuk berpartisipasi dalam program ini.

"Kami mengajak seluruh mitra pemberi kerja kita, terutama perusahaan-perusahaan besar agar dapat terlibat. Kami ingin membangun kolaborasi dengan mereka. Kami ingin, apa yang kita latih itu bisa terserap di industri," ujar Agus.

Baca Juga : Erwin Aksa Temani Sandi Kampanye Di Lamongan

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga sudah menjalin kerja sama dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial di Malaysia. Dengan demikian, para pekerja migran nantinya akan mendapatkan jaminan perlindungan dari dua lembaga.

"Kami saling melengkapi, jadi para pekerja akan mendapatkan double protection," ucapnya. [KPJ]

RM Video