Sinergi Dengan Pemprov Lampung Terus Dikuatkan

AP II Siap Kucurkan Dana Rp 467 M Untuk Kembangkan Bandara Radin Inten

Klik untuk perbesar
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (ketiga kanan) foto bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (tengah) saat berkunjung ke Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Senin (25/3). (Foto: Humas AP II)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk meningkatkan sinergi dalam mempercepat pengembangan Bandara Radin Inten II, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mengunjungi Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (25/3).

Ditemui di kantornya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menyambut baik kunjungan Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin beserta rombongan. Ridho menegaskan, siap memberikan dukungan penuh pada pihak AP II, demi kelancaran proses pengembangan Bandara Radin Inten II. Sesuai amanat Presiden Jokowi kepada Menteri Perhubungan, pengelolaan Bandara Radin Inten II memang akan diserahkan kepada Angkasa Pura II.

”Sesuai instruksi Bapak Presiden, pengembangan Bandara Radin Inten II harus dipercepat. Baik sisi udara, maupun sisi darat. Selain itu, transportasi penunjang dari dan menuju bandara juga harus dipersiapkan. Seperti kereta dan alternatif transportasi lainnya. Mudah-mudahan, dengan semakin majunya bandara kita, lalu akan hadir aerocity. Harapannya, dalam waktu dekat, Bandara Radin Inten dapat melayani rute internasional.  Sehingga, pertumbuhan ekonomi daerah dapat tumbuh, dan dapat meningkatkan okupansi Bandara Radin Inten II," tutur Ridho.

Berita Terkait : Pembangunan Rampung, AP II Akan Uji Coba Heliport Tahap Pertama


Awaluddin mengatakan, pertemuan dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting, dalam upaya mengembangkan bandara-bandara baru. “Sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung, karena telah mendukung proses percepatan pembangunan Bandara Radin Inten II. Kita semua sepakat, bahwa potensi yang ada di Lampung ini sangat menjanjikan sekali. Jadi, sinergi ini harus terus ditingkatkan. AP II tidak hanya berkoordinasi dengan Pemprov, tapi juga dengan para pemangku kepentingan. Baik di pusat maupun daerah. Saat ini, kami melakukan percepatan secara paralel. Mulai dari serah terima izin pengoperasian, serta percepatan pembangunan bandara itu sendiri,” jelas Awaluddin.

Saat ini, Bandara Radin Inten II masih dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan. Prosesnya kini telah memasuki proses verifikasi aset barang milik negara. “Mudah-mudahan, bisa secepatnya selesai proses verifikasi. Supaya bisa segera kami kelola,” ujar Awaluddin.

 

Berita Terkait : Bandara Megah Tjilik Riwut Siap Jadi Motor Ekonomi Kalimantan Tengah

Bandara Radin Inten II dilengkapi dengan landasan pacu berdimensi 2.770  x 45 m, dengan luasan apron mencapai 43.600 meter persegi guna mengakomodir 8 parking stand pesawat. 
Dengan memiliki luas terminal 9.650 meter persegi, Bandara Radin Inten II mampu menampung 3,7 juta penumpang per tahun dengan pergerakan penumpang mencapai lebih dari 2,6 juta penumpang per tahunnya. Tercatat pada tahun 2018 pergerakan kargo sebesar 5.859 ton per tahun.


AP II memprediksi pengembangan Bandara Radin Inten II mencapai Rp 467 miliar untuk jangka waktu 30 tahun. Pengembangan yang telah direncanakan antara lain meliputi infrastruktur pendukung operasional seperti perluasan dan renovasi gedung kargo, pengembangan gardu listrik khusus, pembangunan akses jalan, pembangunan gedung operasional CCR dan power quality, serta fasilitas pendukung lainnya. AP II bersama Pemprov Lampung juga berencana melakukan kerja sama pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah.

AP II saat ini juga tengah menggodok konsep aerocity, yaitu konsep pengembangan kawasan di mana bandar udara menjadi magnet pengembangan bisnis dalam suatu wilayah. 
Hal ini dipercaya mampu mendongkrak trafik penerbangan ke suatu daerah.

Berita Terkait : AP II Hadirkan Bandara Tjilik Riwut Yang Megah Dan Modern

Pengembangan bisnis yang dimaksud antara lain meliputi pengembangan bisnis komersial area, MRO (maintennance, repair, & overhoul), kargo warehousing, dan berbagai sarana penunjang lain, termasuk bisnis properti. [SRI]

RM Video