Mau Hemat Rp 1,4 Triliun

PLN Ngebut Garap PLTU Lontar Extension

Klik untuk perbesar
Tinjau Proyek: Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS (kedua kiri) didampingi EVP Konstruksi Henrison A. Lumbanraja (kiri), General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat Ratnasari Sjamsuddin (kedua kanan), dan Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah meninjau pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 MW di Desa Lontar Banten, kemarin. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diakui sebagai salah satu bandara terbaik di dunia oleh Skytrax, menyingkirkan bandara dunia lainnya. Salah satu kuncinya adalah peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat dan traveler. (Foto: Dok Humas PLN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempercepat pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 Mega Watt (MW). Kini progress pembangunannya sudah mencapai 87,68 persen.

Pembangkit ini akan meningkatkan pasokan listrik. Proyek yang pelaksanaannya di bawah tanggung jawab PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat ini baru saja merampungkan pelaksanaan Boiler Hydrotest pada Maret 2019.

Berita Terkait : PLN Perkuat Listrik Jawa Bali

Artinya, proyek pembangkit ini telah menapaki progres yang signifikan dan direncanakan rampung pada kuartal III- 2019.

Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pemerintah yaitu 35.000 MW, untuk menambah kapasitas Pusat Pembangkit energi listrik dan dayanya akan dievakuasi melalui sistem transmisi 150 kV, sehingga bisa didistribusikan kepada pelanggan di daerah Banten, DKI Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga : Jeli Lihat Peluang, Babel Kembangkan Agroindustri Tapioka dari Singkong Lokal

Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS mengatakan, pembangunan PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten. Dan, meningkatkan kapasitas dan keandalan pada sistem Jawa Bagian Barat.

“Proyek PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berbahan bakar batu bara jenis low rank coal (LRC). Proyek PLTU Lontar Extension ini dibangun di lokasi pembangkit PLTU 3 Banten existing, dengan progress 87,68 persen. PLTU ini direncanakan beroperasi September 2019,” ujar Haryanto.
 Selanjutnya