Mau Hemat Rp 1,4 Triliun

PLN Ngebut Garap PLTU Lontar Extension

Klik untuk perbesar
Tinjau Proyek: Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS (kedua kiri) didampingi EVP Konstruksi Henrison A. Lumbanraja (kiri), General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat Ratnasari Sjamsuddin (kedua kanan), dan Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah meninjau pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 MW di Desa Lontar Banten, kemarin. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diakui sebagai salah satu bandara terbaik di dunia oleh Skytrax, menyingkirkan bandara dunia lainnya. Salah satu kuncinya adalah peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat dan traveler. (Foto: Dok Humas PLN)

 Sebelumnya 
Sehingga pada akhir tahun ini, masyarakat Banten, Jakarta dan sekitarnya dapat menikmati suplai listrik yang bersumber dari PLTU Lontar Extension.

Dengan beroperasinya PLTU Lontar Ekstension dapat menghemat Rp 1,4 triliun per tahun dan akan menurunkan biaya pokok produksi (BPP) PLN.

Menurut dia, jumlah tenaga kerja terdiri dari 2000 tenaga kerja lokal dan 40 orang Tenaga Kerja Asing.

Baca Juga : Bocah Jenius Belgia Hobi Main Games dan Medsos

“Jumlah tenaga kerja ini akan terus meningkat ditahun 2019 sejalan dengan pencapaian progresnya, hal ini tentu memberikan dampak positif secara langsung untuk wilayah Banten dan sekitar,” jelas Haryanto.

Pembangkit 35 Ribu MW

Progres pembangunan pembangkit 35 ribu MW terus mengalami kenaikan. Khusus untuk wilayah Jawa Bagian Barat, dalam program ini mendapatkan kewajiban untuk membangun 5700 MW di mana 15 persennya atau 811 MW sudah beroperasi.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kalimantan Aman Terkendali

Sedangkan, 51 persen atau 2.915 MW sedang konstruksi, dan tahap perencanaan 35 persen atau 2.001,5 MW. Sementara transmisi sepanjang 2.189 kilometer-route (Kmr), 30 persennya atau 666,7 Kmr sudah beroperasi, 764,9 Kmr atau 35 persennya seďżždang konstruksi, dan 757,8 Kmr atau 35 sedang tahap perencanaan.

Sedangkan, gardu Induk sebesar 28.002 Megavolt Ampera (MVA), 52 persen atau 14.654MVA sudah beroperasi, 19 persen atau 5.388 MVA sedang konstruksi, dan 29 persen 7960 MVA dalam tahap perencanaan.

Program 35 ribu MW merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan kemandirian energi dengan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber energi yang tersedia di Indonesia.

Baca Juga : Indonesia Kutuk Serangan Israel di Jalur Gaza

Program ini memberikan dampak ekonomi yang besar, memberikan peluang kepada 620 ribu tenaga kerja secara langsung dan 3 juta tenaga kerja secara tidak langsung, tersebar di seluruh Indonesia. (IMA)