Perjanjian Kerja Sama Penggunaan Bandara Dengan TNI AU Sudah Diteken

Investasikan Rp 500 M, AP II Siap Kepakkan Sayap Bandara Jenderal Soedirman

Klik untuk perbesar
Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin (kanan) bersama Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda Fadjar Prasetyo, usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penggunaan Bersama untuk Bandar Udara di Bandara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (11/4) (Foto: Humas AP II)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Penggunaan Bersama untuk Bandar Udara di Bandara Jenderal Besar Soedirman  Wirasaba, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (11/4). 

Penandatanganan kerja sama berdurasi 50 tahun itu, dilakukan oleh Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin dan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda Fadjar Prasetyo.

Setelah penandatanganan kerja sama ini, pembangunan infrastruktur di bandara dipastikan bisa segera dimulai.

“Setelah adanya kerja sama ini, maka AP II bisa segera melakukan pembangunan infrastruktur tahap awal di Bandara Jenderal Soedirman, meski kami belum resmi mengelola bandara tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Berita Terkait : Tak Hanya Jadi Operator Bandara Terbaik di Indonesia, AP II Siap Go Global

Ia menambahkan, untuk pembangunan tahap awal Bandara Jenderal Soedirman, AP II siap menginvestasikan dana Rp 500 miliar. Rinciannya, Rp 250 miliar untuk pembangunan runway dan fasilitas sisi udara, dan sisanya untuk pembangunan terminal penumpang dan fasilitas penunjang lainnya.

Pengembangan tahap awal mencakup pembangunan runway berukuran 30 x 1.600 meter, terminal penumpang seluas 3.000 meter persegi, dan terminal kargo.

Setelah runway baru beroperasi, bandara dipastikan dapat melayani penerbangan pesawat seperti ATR 72. 

Pada tahap awal, pembangunan juga mencakup parkir kendaraan bermotor untuk 70 unit mobil dan 172 unit sepeda motor, poliklinik, tempat ibadah, airport maintenance building, tempat penampungan sampah, sewage treatment, kantor keamanan, dan bangunan penunjang operasional lainnya.  [HES]

Baca Juga : Informatif, Kemenparekraf Dapat Penghargaan Keterbukaan Informasi


Pengembangan tahap awal ini diperkirakan selesai di Agustus 2020 menyambut 75 tahun Indonesia Merdeka.

“Kami optimistis dengan pengalaman yang dimiliki AP II, Bandara Jenderal Soedirman dapat menjadi motor penggerak ekonomi di Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen. Jumlah penumpang nantinya diperkirakan dapat mencapai 500.000 penumpang per tahun dengan volume kargo sekitar 2.000 ton per tahun,” jelas Awaluddin.

Dalam waktu dekat, AP II akan secara resmi menjadi pengelola Bandara Jenderal Soedirman untuk penerbangan sipil. Terkait hal ini, 

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda Fadjar Prasetyo mengatakan, pengelolaan Bandara Jenderal Besar Soedirman untuk penerbangan sipil akan mendorong perekonomian sekitar.

Baca Juga : Inilah 20 Pemain Timnas Putri Indonesia Untuk SEA Games 2019 di Filipina

“Perjanjian ini dilakukan agar segala sesuatunya sesuai koridor hukum. Nantinya, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wirasaba," ujaR Fadjar. [HES]