Investasi Rp 2,8 Triliun

Pertamina Ngebor 346 Sumur Migas

Klik untuk perbesar
Blok migas milik Pertamina Hulu Energi (PHE). (Foto: PHE)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat bisnis hulunya. Tahun ini, perusahaan pelat merah itu menargetkan ngebor 346 sumur untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas. Jumlah ini naik dua kali lipat.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengatakan, untuk menambah cadangan minyak dan gas bumi (Migas), Pertamina melalui anak usaha sektor hulu bergerak secara progresif untuk menemukan cadangan baru. Baik di dalam wilayah kerja yang ada maupun melalui upaya new venture yang difokuskan pada lima area eksplorasi baru. Salah satunya, membuka akses wilayah kerja baru Maratua di wilayah Kalimantan Utara.

“Untuk eksplorasi lapangan baru, kami memiliki komitmen pasti investasi dengan menyediakan dana investasi lebih dari 200 juta dolar AS (Rp 2,8 triliun) untuk program seismik," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, 2019 dari total sumur yang menjadi prioritas, terdapat 27 sumur eksplorasi di wilayah kerja existing dan 319 sumur eksploitasi. Pengeboran sumur tersebut akan menerapkan teknik non-tradisional.

Berita Terkait : Pertamina Sigap Tangani Dampak Peristiwa di Sumur Migas Laut Jawa


Menurutnya, upaya konsisten tersebut telah mulai membuahkan hasil. Pada triwulan I-2019, perseroan melalui anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi, Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu (BOB PT BSP-Pertamina Hulu), berhasil menemukan cadangan minyak dari sumur Benewangi #J-01.

"Produksi sumur yang selesai pada awal 2019 ini dengan rate 540 barel minyak per hari," katanya.

Sementara untuk pengembangan Benewangi, ia menuturkan, Pertamina Hulu Energi telah mengidentifikasi beberapa prospektif basement play yang berada di wilayah kerja sekitarnya dengan perkiraan prospective resources sekitar 500 million barrel oil (MMBO). Artinya, prospek ini mempunyai petroleum system yang sejenis dengan Benewangi.

Selanjutnya, pada Februari 2019, Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan migas dari sumur Randuwangi di kawasan Subang,Jawa Barat, yang diperkirakan sebesar 15 million barrels of oil equivalent (MMBOE). Bahkan, pada kuartal ini, Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area Pertamina EP Asset 4 di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Berita Terkait : Mantap, Lapangan Migas Pertamina Banyak Yang Lampaui Target Produksi

Ia menilai, penemuan sumur eksplorasi Morea-001 ini merupakan kelanjutan dari penemuan cadangan dari pemboran eksplorasi tahun lalu di struktur Wolai dengan contingent resources sekitar 250 miliar kaki kubik gas (BCFG) plus beberapa juta barel minyak. Karenanya, penemuan cadangan Migas baru struktur Wolai tahun lalu dan dari struktur Morea saat ini, menambah keyakinan Pertamina dalam kegiatan eksplorasi baik seismik maupun pemboran.


Kemudian melaksanakan akselerasi dan sinergi program Enhanced Oil Recovery (EOR) demi menambah cadangan migas. "Kami akan terus melaksanakan kegiatan eksplorasi hulu migas,” ujarnya.

Tahun ini, Pertamina juga menargetkan untuk dapat menyelesaikan survei seimik 2D sebanyak 31,000 km di daerah frontier Indonesia, dan mulai menyiapkan survei seismik 3D di WK eksplorasi Maratua. Hal ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan cadangan migas dan menjaga keberlanjutan produksi nasional sekaligus ketahanan energi nasional.

Untuk diketahui, PT Pertamina menargetkan produksi migas sebesar 922 ribu setara barel minyak per hari (BOEPD) di 2019 ini. Kenaikan itu terdiri dari produksi minyak sebanyak 414 ribu barel per hari dan gas sebanyak 508 RIBU BOEPD atau setara 2.944 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Berita Terkait : Genjot Produksi, Pertamina EP Bor Enam Sumur Baru

Dharmawan mengatakan,kenaikan ini cukup tipis 0,1 persen apabila dibandingkan realisasi produksi tahun lalu. Pertamina mencatat, produksi sepanjang 2018 mencapai 921 ribu barel per hari dengan rincian minyak sebanyak 392 ribu barel per hari dan gas sebanyak 592 ribu BOEPD atau setara 3.064 MMSCFD. [IMA]

RM Video