Danai Proyek Tol, Waskita Siapkan Kocek Rp 25 Triliun

Klik untuk perbesar
Ilustrasi pembangunan jalan tol. (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengebut penyelesaian proyek jalan tol yang digarap perseroan. Belanja modal (Capital Expenditure/Capex) yang disiapkan pada tahun ini mencapai Rp 25 triliun.

"Capex Rp 25 triliun itu banyak untuk menyelesaikan proyek-proyek lama, dan juga ada rencana untuk inisiasi proyek-proyek baru," kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, kemarin.

Dari jumlah belanja modal yang disiapkan sebanyak Rp 19,75 triliun akan digunakan untuk mendanai proyek jalan tol. Sementara, Rp 2,25 triliun lainnya digunakan untuk mendanai kegiatan konstruksi dan Rp 3 triliun untuk membantu kegiatan anak usaha lainnya.

Perseroan juga menargetkan dapat menjual 6 ruas tol pada tahun ini. Dana yang diperoleh akan digunakan membiayai pembangunan jalan tol lainnya.

Berita Terkait : Anggaran Pertahanan Tahun Depan Naik Rp 10 Triliun

Menurut Putra, strategi investasi perseroan di tol hanya sebagai developer bukan operator. “Sama halnya seperti membangun apartemen, apartemen dibangun kemudian dijual. Demikian juga tol, sehingga kalau tidak divestasi maka kami tidak bisa menjaga pertumbuhan ke depan,” ujar.

Namun, kata dia, penjualan tol tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan. Dengan investasi tol yang besar, membuat para investor membutuhkan waktu untuk melakukan due diligence.

"Investor ini masih menunggu selesainya proses politik. Yang jelas, kebijakan kita, tol yang dijual adalah yang sudah 100 persen diselesaikan secara konstruksi," ujarnya.

Kinerja Membaik

Berita Terkait : Diduga Monopoli, Malaysia Ancam Denda Grab Rp 290 Miliar

Putra menambahkan, sepanjang 2018, kinerja perseroan semakin membaik. Perseroan menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp 36,75 triliun.

Pembayaran proyek itu diterima atas pembayaran proyek jalan tol Batang-Semarang sebesar Rp 5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp 3,9 triliun, dan tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp 2,1 triliun.

Kemudian, tol Salatiga-Kartasura Rp 2 triliun, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Porsi VGF Tol Semarang-Batang) Rp 1,96 triliun, dan penerimaan proyek lainnya Rp 18,23 triliun, serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 2,8 triliun.

"Tahun ini juga akan ada pencairan dana sebanyak Rp 25 triliun. Jadi, cash flow perseroan sudah positif," katanya.

Berita Terkait : Bantu UMKM, Mandiri Kucurkan KUR Rp 80,9 Triliun

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan, perseroan berhasil kantongi laba bersih sebesar Rp 4,6 triliun. Angka ini meningkat 9,9 persen dari 2017 yang sebesar Rp 4,2 triliun.

Sementara pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9 persen dari Rp 45,2 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 48,7 triliun di 2018. "Dengan perolehan laba tersebut, perusahaan membagikan dividen Rp 990,7 miliar atau 25 persen dari total laba bersih yang diraih pada tahun buku 2018," tutupnya. [IMA]

RM Video