Terapkan Ekonomi Digital

2025, RI Pimpin Pasar E-Commerce ASEAN

Klik untuk perbesar
Ilustrasi ekonomi digital (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia bakal menjadi pemimpin di pasar e-commerce ASEAN pada 2025. Komitmen untuk terus berinovasi dalam menerapkan ekonomi digital adalah pendorong utama dalam mewujudkan hal tersebut.

Demikian diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya, ekonomi digital mampu membuat Indonesia meningkatkan produktivitas dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.

“Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share sebesar 52 persen pada 2025. Capaian tersebut akan tercipta berkat dorongan perkembangan masyarakat kelas menengah dan perbaikan akses infrastruktur digital,” ujarnya dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, optimisme tersebut muncul salah satunya karena kenaikan Indonesia dalam peringkat teknologi informasi dan komunikasi dalam laporan Global Information Technology Report.

Berita Terkait : Ekonomi Digital Diharap Bisa Bawa RI Naik Kelas


Indonesia melesat ke peringkat 64 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 dari 144 negara pada 2013 (World Economic Forum). Namun, meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan.

Salah satunya dengan penyediaan infrastruktur yang lebih mumpuni. “Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusi, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya,” ungkap Bambang.

Pemerintah juga terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 143,26 juta jiwa, atau sebesar 54,7 persen dari total penduduk Indonesia.

Sementara penetrasi gawai (telepon genggam/tablet) mencapai 50,1 persen pada 2017. Hingga 2019, data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan progres signifikan terkait teknologi informasi dan komunikasi Indonesia.

Diantaranya, sebanyak 478 dari total 514 kabupaten/kota sudah terjangkau Palapa Ring. Kemudian 1086 Base Transceiver Stations sudah tersebar di area perbatasan dan tertinggal, 4.111 akses internet bagi sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan.

Berita Terkait : Pelaku E-commerce Ngeri Rahasia Perusahaan Bocor

Hingga, penyediaan 150 Gbps High Throughout Satellite. “Tidak dapat dipungkiri, teknologi informasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan karena selain menjadi jendela informasi, juga bisa membantu mendistribusikan kesejahteraan masyarakat melalui Bantuan Pangan Non Tunai, misalnya,” tuturnya.


Ia mengatakan, digitalisasi juga membantu Indonesia menerapkan kebijakan yang lebih tepat dan akurat. “Sekarang semua menggunakan data valid yang tersedia melalui One Data Indonesia yang keseluruhan operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” tandas dia.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kemenkominfo, Septriana Tangkary mengatakan, e-commerce Indonesia menyumbang 1 dolar Amerika Serikat dari tiap 2 dolar AS yang dibelanjakan di Asia Tenggara.

Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50 persen transaksi belanja online (daring) di kawasan tersebut. Nilai itu merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Dengan kondisi itu, menurut Septriana, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan marketplace untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ia mengatakan, dengan perkembangan digital yang sangat pesat, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar.

Baca Juga : AS Dan Korut Diam-diam Bahas Rencana Pertemuan Ke-3 Trump dan Kim Jong Un

“Dengan makin banyaknya yang terlibat dalam ekonomi digital, UKM dapat bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, semakin berkembangnya industri e-commerce juga harus dihadapi dengan berbagai inovasi.


E-commerce menyediakan lapangan kerja, tapi semua harus lebih inovatif dan lebih kompetitif dalam bersaing di pasar ASEAN,” ungkapnya. (ASI)

RM Video