Ditopang Bisnis Digital

Wow, Dividen Telkom Paling Besar Dibanding Bank BRI

Klik untuk perbesar
Telkom gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bisnis digital berhasil meningkatkan kinerja TelkomGroup makin kinclong. Alhasil, industri telekomunikasi pelat merah ini membagikan dividen sebesar Rp 16,23 triliun. Jumlah dividen yang dibagikan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 ini sangat besar dibandingkan Bank BRI, yang menetapkan pembagian dividen senilai Rp16,17 triliun pada 2018.  

Dividen Telkom itu terdiri dari Rp 10,82 triliun yang merupakan dividen tunai dan Rp 5,41 triliun dividen spesial. Dividen yang dibagikan sebesar 90 persen dari laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 18 triliun. Sementara sisanya, 10 persen, merupakan laba ditahan untuk pengembangan usaha perseroan.
 
Dividen tunai dan dividen spesial 2018 akan dibayarkan secara sekaligus pada 27 Juni 2019. Adapun yang berhak menerima dividen tunai dan dividen spesial adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 13 Juni 2019 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Telkom dan karyawan atas kerja keras pencapaian kinerja di tahun 2018. Kami optimis perseroan dapat tumbuh lebih baik lagi ke depannya,” kata  Dirut Telkom Ririek Adriansyah di acara RUPST Tahun Buku 2018 di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat, (24/5). 

Telkom juga mencatat, laba bersih yang diperoleh perseroan mencapai Rp130,8 triliun, tumbuh positif sebesar 2 persen dibanding tahun 2017 dengan EBITDA Rp59,2 triliun. 

Berita Terkait : BRI Tebar Dividen Rp 16,17 Triliun

Bisnis digital yang meliputi konektivitas broadband dan layanan digital menjadi mesin pertumbuhan Perseroan yang meningkat secara signifikan sebesar 23,1 persen, sehingga kontribusi bisnis digital di tahun 2018 kian dominan menjadi 63,0 persen dari total pendapatan.
 
Sebagai Digital Telecommunication Company, Telkom terus melakukan penguatan kapabilitas digital dalam hal layanan, infrastruktur dan pengalaman digital pelanggan. 

Hal ini diyakini dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan yang jauh lebih baik ke depannya. Terbukti pada pencapaian kinerja perseroan di awal tahun 2019, dimana Pendapatan, EBITDA dan Laba Bersih tumbuh high single digit dibanding periode yang sama tahun lalu.


Sementara total belanja modal pada tahun 2018 adalah sebesar Rp33,6 triliun yang terutama digunakan untuk meningkatkan kapabilitas digital melalui pembangunan infrastruktur broadband. Sampai dengan akhir tahun 2018, 

Saat ini, Telkom telah memiliki total Base Tranceiver Station (BTS) sebanyak 189.081 unit dengan BTS 3G dan 4G LTE sebanyak 138.771 unit. Jaringan backbone serat optik yang dibangun mencapai total panjang 161.652 dengan jaringan akses fiber optic mencakup 30,12 juta home-passed dan 382.870 wifi access. 

Berita Terkait : Pengusaha Pede, Bisnis Logistik Tembus Peringkat 30 Besar Dunia

Selain itu, Telkom juga mengoperasikan tiga satelit dengan total kapasitas 133 Transponder Equivalent (TPE).

Untuk penguatan kapabilitas digital, Telkom menjalankan strategi inorganik, melalui pendekatan akuisisi atau melalui kerja sama  (partnership), baik yang dilakukan oleh Telkom maupun entitas anak perusahaan. 

Pada Januari 2018, Telkom melalui entitas anak PT Metranet mengakuisisi 30,4 persen saham Cellum Global Zrt untuk meningkatkan kapabilitas digital khususnya di bidang pembayaran digital (digital payment). Selanjutnya pada April 2018, PT Multimedia Nusantara mengakuisisi 51 persen saham PT Swadharma Sarana Informatika yang bergerak di bisnis ATM Managed Service. 

Hingga di penghujung tahun 2018, PT Sigma Cipta Caraka mengakuisisi 70  persen saham PT Collega Inti Pratama yang bergerak di bidang penyediaan ICT Solution untuk perbankan dan lembaga keuangan. (NOV)

Baca Juga : Jeli Lihat Peluang, Babel Kembangkan Agroindustri Tapioka dari Singkong Lokal