Pengelola Tol Pemalang-Batang Tak Mau Toiletnya Dipakai Pemudik

Klik untuk perbesar
Ilustrasi Tol Pemalang-Batang. (Foto: Murianews)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pada tanggal 9 Juni saya melakukan perjalanan balik dari arah Semarang ke Jakarta. Masuk di Gerbang Tol Kaliwungu Semarang karena ada kebijakan One Way.

Pada hari itu merupakan puncak arus balik. Hampir semua Rest Area penuh / ditutup karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipakai. Karena harus ke toilet dan tidak memungkinkan di pinggir jalan, maka saya memutuskan untuk ke Kantor Pengelola Tol Pemalang-Batang.

Berita Terkait : Gelar Pelatihan di Bidang Kuliner, Kemenpora Ingin Pemuda Lebih Kreatif

Ketika sampai di Kantor Pengelola Tol Pemalang-Batang ternyata toiletnya tidak bisa dipakai oleh para pemakai Jalan Tol, ketika saya tanya, alasannya: "Mereka tidak mau tercampur toiletnya". Baru kali ini saya menemukan kantor pengelola tol yang sangat eksklusif.


Saya sendiri sering menggunakan toilet di Kantor Pengelola Tol jika kondisi darurat, dan semua bisa diterima dengan baik. Ini menjadi catatan untuk PT Waskita Toll Road Ruas Pemalang-Batang.

Berita Terkait : Wika Mulai Garap Tol Serang-Balaraja

Kondisi mudik adalah kondisi darurat. Jalan tol aja sampai dibuat One Way karena kondisi darurat ini, tapi pengelola Tol Pemalang-Batang seakan hanya mementingkan keperluannya sendiri.

Kusdiyono

Berita Terkait : BGR Logistics Berangkatkan Ratusan Pemudik

Lebak Bulus, Jakarta Selatan