Kas Wagon, Salurkan Pinjaman Mulai Rp 500 Ribu

Klik untuk perbesar
CEO PT Kas Wagon Indonesia, Asri Anjarsari (Tengah)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang Financial Technology (Fintech) Kas Wagon membidik jumlah peminjam sebanyak satu juta orang sepanjang tahun ini.

CEO PT Kas Wagon Indonesia, Asri Anjarsari menilai target ini realistis. Pasalnya, perusahaan menyalurkan dana sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai peminjam. Dana yang disalurkan kepada nasabahnya mulai dari Rp 500 ribu. “Platform pinjaman kita mulai dari Rp 500 ribu. Jumlah pinjaman sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta,” tutur Asri, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Dua Tahun, Mensos Salurkan Rp 60 Miliar


Meski sudah bisa diakses oleh banyak masyarakat Indonesia karena layanannya memanfaatkan teknologi, tapi peminjam terbesar masih di wilayah Jakarta. Bahkan dia menyebut lebih dari separuh pengguna layanan Fintech yang dipimpinnya berada di pulau Jawa. “Sebanyak 50 persen nasabah Kas Wagon itu berada di Jakarta, ya bisa dibilang 75 persen itu di Pulau Jawa,” jelas dia.

Dia meyakini dengan banyaknya masyarakat yang mengetahui kemudahan dari Fintech, tentu akan mendorong peningkatan jumlah nasabah di tahun ini. Batas nominal jumlah pinjaman yang fleksibel tidak seperti di perbankan membuat Fintech terus dilirik masyarakat. Lebih jauh dia pun menjelaskan Fintech bisa memberikan pelayanan lebih cepat, berbeda dengan bank, dimana untuk kelayakan kreditnya masih dilakukan manual termasuk kunjungan ke lokasi peminjam.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Mendagri Minta Pemda Tetap Fokus Layani Masyarakat

Hal ini kata dia, tidak diperlukan bagi Fitntech. “Tetap kami mengedepankan risiko, untuk kelayakan usaha termasuk lokasinya bisa dipantau melalui perangkat GPS dari perangkat aplikasi kami,” ujar Asri. Dia mengklaim sepanjang tahun lalu, perusahaan sudah menyalurkan dana pinjaman ke 400 ribu nasabah. “Tahun 2018 hingga Desember sudah 400 ribu pinjaman, dan kita berikan kepada personal. Kita memang menyasar individual,” ucap Asri Anjarsari.


Perusahaan iuga berhasil memberikan pembiayaan sebesar Rp 400 miliar dengan 400 ribu pinjaman. “Kami menargetkan di tahun ini bisa meningkat hingga mencapai 1 juta peminjam dengan nilai Rp 1 triliun,” katanya.

Baca Juga : Kasus Eggi Sudjana, Amien Rais Diperiksa Sebagai Saksi

Asri memaparkan bahwa hingga Desember 2018 lalu, pihaknya mencatat sudah ada 200 ribu borrower dan diharapkan tahun ini bisa mencapai 400 ribu borrower. “Kami juga cukup terbuka untuk para lender yang bisa memberikan dananya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 100 juta,” jelasnya. Lebih lanjut dia juga mengungkapkan, walau perusahaan sudah memanfaatkan teknologi, tapi celah penipuan dan tindakan kriminal lainnya tetap harus diwaspadai. (JAR)

RM Video