Kembangkan Bisnis Perusahaan

Investasi Transformasi Digital Moncer

Klik untuk perbesar
Investasi perusahaan untuk melakukan transformasi digital semakin meningkat. (Foto : Tonyzambito.com)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan di Indonesia semakin ekspansif mengembangkan bisnisnya dalam menghadapi persaingan di era digital. Hal ini memicu tingginya investasi perusahaan untuk melakukan transformasi digital.

Lebih dari sepertiga (33 persen) perusahaan lokal di Indonesia telah menginvestasikan lebih dari 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar dalam produk dan layanan transformasi digital selama setahun terakhir.

Berita Terkait : Transformasi Koperasi

Sementara satu dari 10 (8 persen) perusahaan Indonesia menghabiskan investasi lebih dari 5 juta dolar AS atau sekitar Rp 71 miliiar untuk melakukan transformasi digital.


Demikian hasil penelitian bertajuk “Disruptive Decision Making” yang diprakarsai oleh Telstra, anak perusahaan induk dari Telkomtelstra. Penelitian ini mensurvei 3.810, pengambil keputusan senior dari 12 industri di 14 pasar di seluruh dunia, termasuk 350 di antaranya dari Indonesia, mengenai kekuatan dan kelemahan di sekitar inisiatif dan pengambilan keputusan transformasi digital.

Berita Terkait : Multipolar Dorong Transformasi Digital Dengan Cognitive Collaboration

President Director Telkom- telstra Erik Meijer mengatakan, ada peluang dan tantangan dalam optimisme menyikapi transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, ketika pesatnya perkembangan digital berakselerasi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, cara perusahaan Indonesia bertindak menjadi sangat penting bagi masa depan mereka.

“Transformasi digital merupakan suatu keharusan. Karena itu, diskusi telah bergeser dari mengapa digitalisasi itu penting, ke bagaimana itu bisa dilaksanakan dengan sukses,” kata Erik dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Bank Bukopin Perkuat Layanan Digital

Menurut Erik, tingginya optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia ini akan membantu mendorong investasi dan keterlibatan perusahaan untuk program- program penting transformasi digital. Namun, kepercayaan ini harus diimbangi dengan realitas ekosistem digital Indonesia.


“Sebagai contoh, Telstra dan The Economist Intelligence Unit (EIU) dalam Indeks Transformasi Digital Asia tahun lalu menempatkan Indonesia di peringkat 11 dari 11 pasar untuk kemampuan dan ekosistem bisnis digital. Untuk memastikan daya saing regional dan domestik, perusahaan di Indonesia harus mewaspadai ekspektasi kemajuan yang melampaui kenyataan dan mengabaikan kompleksitas proyek transformasi,” paparnya. [ASI]

RM Video