Mengungkap Potensi Batubara Indonesia,

Eksplorasi untuk Menunjang Kemandirian Energi

Peta Potensi Batubara Indonesia
Klik untuk perbesar
Peta Potensi Batubara Indonesia

RMco.id  Rakyat Merdeka - Energi diakui memegang peranan penting dalam pembangunan suatu negara. Energi dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menghasilkan kekayaan negara. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta, menjadi tantangan besar bagi pemerintah Indonesia untuk mampu menyediakan sumber energi berkelanjutan, demi kepentingan pembangunan nasional. Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya energi beragam, termasuk di antaranya batubara.

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang telah lama diandalkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri Indonesia. Dengan jumlah sumberdaya cukup signifikan didukung biaya eksplorasi dan eksploitasi yang relatif murah, saat ini batubara adalah sumber energi yang paling siap untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dibanding sumber enegi lainnya. Listrik yang dihasilkan dari PLTU batubara misalnya, terbilang paling murah dibandingkan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga minyak, gas bumi, maupun panas bumi (KESDM, 2018). Lebih dari 50% kebutuhan listrik Indonesia saat ini, juga disediakan oleh pembangkit listrik tenaga batubara (KESDM, 2018).

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Melalui ekspor, batubara sejak lama juga diandalkan sebagai penyumbang devisa negara. Dari segi pemanfaatan, di samping digunakan secara langsung sebagai sumber energi pada pembangkit tenaga listrik, batubara juga memiliki potensi energi lainnya. Proses pembatubaraan misalnya, menghasilkan gas metana batubara (GMB/ CBM) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, setara dengan gas alam lainnya. Batubara juga dapat dikonversi menjadi gas (gasifikasi batubara) ataupun dikonversi menjadi hidrokarbon cair (liquifaksi batubara). Jika potensi GMB Indonesia telah mulai dieksplorasi, potensi gasifikasi dan pencairan batubara masih dalam tahapan riset.

Secara umum, potensi batubara Indonesia dapat dibagi menjadi potensi batubara permukaan (kedalaman 0 s.d. 100 meter) dan potensi batubara bawah permukaan (minimal kedalaman 100 meter). Berdasarkan hasil kegiatan eksplorasi Badan Usaha dan kegiatan eksplorasi pemerintah, dalam hal ini Pusat Sumberdaya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi - Badan Geologi, jumlah potensi batubara permukaan Indonesia yang tercatat di 1.151 lokasi (status November 2018) adalah sebesar 164,39 milyar ton (MT). Terdiri dari sumberdaya hipotetik, sumberdaya tereka, sumberdaya tertunjuk, dan sumberdaya terukur.

Baca Juga : Pramono Bilang Maunya Jokowi

Sedangkan jumlah cadangan batubara tercatat sebesar 37,94 MT, terdiri dari cadangan terkira dan cadangan terbukti. Sebagai gambaran, dengan asumsi angka produksi batubara yang ditetapkan pemerintah sebesar 485 juta ton pada tahun 2018, jumlah cadangan sebesar 37 MT akan bertahan hingga sekitar 76 tahun ke depan. Kegiatan eksplorasi rinci dapat mengubah status sumberdaya menjadi cadangan, sehingga umur pemanfaatan batubara Indonesia juga bisa terus meningkat. Berbeda dengan batubara permukaan, batubara bawah permukaan Indonesia masih sedikit sekali dieksplorasi. Hampir seluruh data sumberdaya batubara bawah permukaan yang ada saat ini, dihasilkan dari kegiatan eksplorasi Pusat Sumberdaya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi.

Hingga November 2018, potensi sumberdaya batubara bawah permukaan Indonesia tercatat sebesar 43 MT, tersebar di Sumatera sebanyak 24 lokasi (22,17 MT) dan di Kalimantan sebanyak 40 lokasi (43,08 MT). Batubara bawah permukaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, antara lain gasifikasi bawah permukaan (Underground Coal Gasification / UCG), pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/ CBM) atau untuk tambang dalam (underground coal mine).

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

Untuk memaksimalkan pemanfaatan batubara, Pusat Sumberdaya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi telah menyusun alokasi pemanfaatan potensi batubara bawah permukaan Indonesia. Pertimbangan alokasi pemanfaatan didasarkan pada beberapa parameter dasar yaitu ketebalan dan kedalaman lapisan, serta kualitas batubara. Untuk kepentingan pengembangan batubara bawah permukaan, kegiatan eksplorasi Pusat Sumberdaya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi di 64 lokasi hingga saat ini mencatat jumlah sumberdaya batubara sebesar 21,78 MT untuk tambang dalam, 12,5 MT untuk UCG dan 8,6 MT untuk GMB. Potensi GMB Indonesia yang tercatat pada tahun 2018 juga cukup signifikan, yaitu sebesar 84,39 triliun cubic feet (Tcf) atau setara 15,03 miliar barel minyak.

Perlu dicatat, kegiatan eksplorasi yang terus dijalankan, tentu saja akan mampu mengungkap lebih banyak potensi batubara bawah permukaan Indonesia. Pemanfaatan energi di dunia saat ini diupayakan memenuhi kebutuhan pada 3 aspek, yaitu aspek kemudahan dan harga yang terjangkau (energy equity), penggunaan energi untuk masa depan (energy security) dan pemanfaatan sumber energi yang memedulikan aspek lingkungan (environmental sustainability). [TIM]