RMco.id  Rakyat Merdeka - Selama libur Lebaran, transaksi melalui jaringan e-Channel dan e-Banking milik BRI melonjak drastis. Upaya BRI turunkan stok uang tunai selama Lebaran, berhasil. Masyarakat saat ini banyak melakukan transaksi nontunai.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI Osbal Saragi mengatakan, kenaikan transaksi terjadi tiap hari. Bila sebelumnya transaksi per hari hanya 22,7 persen atau 22 juta transaksi.

Selama libur Lebaran ini, naik menjadi 27 Juta transaksi per hari melalui berbagai jaringan tersebut. “Peningkatan jumlah transaksi ini menunjukkan bahwa Bank BRI semakin dipercaya masyarakat sebagai Bank tempat bertransaksi,” Kata Osbal di Jakarta, Kamis (13/6) malam.

Tempat yang paling banyak dikunjungi dan didatangi oleh nasabah dan masyarakat untuk bertransaksi adalah ATM dan CRM (Cash Recycling Machine) 35,37 persen. Kedua, EDC Merchant 24,07 persen dan ketiga Internet Banking 13,11 persen.

Baca Juga : Langgar PSBB, 25 Griya Pijat, Karaoke Dan Bar Di DKI Jakarta Ditutup

Ada juga 10.04 persen nasabah yang memilih datang ke Jaringan Kantor yang buka menjelang dan saat libur Lebaran. Berdasarkan data tersebut, perseroan telah berhasil melakukan shifting transaksi dari Banking Hall Kantor ke jaringan-jaringan e-Channel dan e-Banking.

“Internet Banking BRI selama H -14 hingga Hari H Lebaran rata- rata per hari terdapat 3,42 juta kali transaksi, naik sebesar 31,27 persen dibandingkan rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 2,61 juta kali transaksi,” tuturnya.

Selain itu, transaksi Mobile Banking BRI juga mengalami kenaikan yang sama. Sejak H - 14 hingga Hari H Lebaran rata-rata per hari terdapat 1,12 juta kali transaksi. Angka ini naik sebesar 9,4 persen dibanding rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 1,09 juta kali transaksi.

“Bila dibandingkan dengan tahun 2018, kedua transaksi baik Internet Banking maupun Mobile Banking mengalami kenaikan yang signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga : Tiga Pendemo Yang Diciduk Di Lampu Merah Tomang, Ternyata Positif Corona

Untuk Internet Banking BRI naik 109,75 persen dari 1,62 juta transaksi pada 2018 naik ke 3,42 juta transaksi pada 2019. Sementara, Mobile Banking BRI naik sebesar 23,4 persen dari 964 ribu transaksi ke 1,12 juta transaksi.

“Kami mengalami puncak transaksi Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI pada H-12 tahun ini. Berbeda saat tahun 2018 lalu, terjadi saat H-10 lebaran,” akunya.

Selain kenaikan transaksi, ada nilai positif yang berhasil dilakukan BRI. Apa itu? BRI berhasil mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk bertransaksi secara nontunai (cashless).

BRI yang memang sengaja menurunkan stok uang tunai untuk musim Lebaran ini, terbukti manjur. Padahal pada Lebaran 2018, BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 62 triliun.

Baca Juga : Tak Segan Curang, Jurus Partai Republik Demi Menangkan Trump

Sementara di Lebaran kali ini, BRI hanya hanya menyiapkan uang tunai sebesar Rp 48,2 triliun. “Realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan pada saat liburan lebaran hanya sebesar Rp 41,2 triliun,” imbuhnya. [IMA]