RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan perlu melibatkan Startup untuk mendorong lahirnya inovasi, khususnya di bidang pertanian. Langkah itu dilakukan dengan harapan bisa membantu menjaga harga pangan nasional agar stabil.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menjelaskan, peran kaum muda terutama yang menggeluti usaha rintisan berbasis teknologi (Startup) sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Bahkan adanya Startup seperti Bukalapak, Shopee, Gojek, dan lainnya dampaknya juga bisa ikut mendorong ekonomi nasional.

Namun dari sekian banyak Startup sukses, yang bergerak di bidang pertanian masih sedikit. Mulai saat ini pemerintah perlu mendorong Startup bidang pertanian untuk lebih aktif, kalau perlu melibatkan mereka secara langsung.

“Startup dalam dunia pertanian atau agrikultur sudah banyak tapi yang ikut berkontribusi masih perlu ditingkatkan lagi,” kata Ilman kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Diversifikasi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dia menilai, pertanian sebagai sektor mendasar yang perlu mendapat perhatian serius. Maraknya teknologi di sektor pertanian bisa memangkas rantai distribusi.

“Dulu petani jual ke pembeli rantainya panjang sekarang dengan aplikasi bisa lebih singkat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, berpengaruh terhadap harga di pasar. Pemerintah juga bisa lebih tenang karena harga bisa menjadi lebih murah. Besarnya volume permintaan secara mudah juga bisa terus dipantau dan dipersiapkan sesuai kebutuhan.

“Sekarang dengan teknologi bisa ketemu nih demand nya. Misalnya, saya minta sayur lalu petani bisa menyiapkan pasokannya. Nah peran Startup seperti itu yang mulai berkembang,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi distribusi, teknologi juga bisa dimanfaatkan di lapangan untuk memantau cuaca, iklim dan sebagainya untuk lebih mengoptimalkan proses teknis dalam bertani.

Baca Juga : Ahok Kumat

Hal itu bisa didapatkan dari platform yang tersedia di Google Play Store. Di sini petani butuh pendampingan biar tidak gagap teknologi.

“Sudah ada aplikasi yang menggambarkan adanya cuaca apa jadi hari ini cocok untuk tanam, apa ini yang pas. Yang seperti ini perlu dikembangkan terus dan didukung,” tutur dia.

Menurutnya, peran pemuda melalui Startup untuk mendongkrak hasil tani dan menjaga harga tidak bisa instan.

Mantan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, pihaknya telah berinteraksi dengan pelaku Startup.

Dari pertemuan itu dia menyimpulkan bahwa anak muda sangat senang jika bisa dilibatkan dalam pangan nasional.

Baca Juga : Ali Jaber Sudah Dakwah Lagi

“Mereka sudah siap untuk membangun teknologi pertanian. Dan saya pernah kumpulkan anak muda mereka bangga,” ungkap Bayu kepada Rakyat Merdeka.

Dia bilang, pelaku Startup yang berperan sebagai produsen masih jarang. Umumnya Startup adalah penyedia jasa atau perantara. Tapi di sektor pertanian Startup bisa ada yang menjadi penyedia jasa ataupun menjadi produsen langsung.

“Sehebat-hebatnya Go-Food dia itu bukan produsen,” katanya. Dia menegaskan, siapapun yang menjabat sebagai pemimpin di negeri ini mesti mampu menciptakan revolusi pertanian. Tidak hanya sebuah slogan atau ucapan tapi bukti nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Siapapun nanti kita butuh revolusi di bidang pertanian dan teknologi,” katanya. [JAR]