Enggan Tambah Armada

BBRM Tingkatkan Utilisasi Kapal Offshore Tahun Ini

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk saat menggelar RUPS di Jakarta, Jumat (21/6). (Foto: Irma Yulia/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk saat menggelar RUPS di Jakarta, Jumat (21/6). (Foto: Irma Yulia/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka -  PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) tahun ini lebih fokus pada peningkatan utilisasi kapal khususnya kapal penunjang lepas pantai (kapal offshore) dibanding menambah armada baru.

Direktur Utama BBRM Peter mengatakan, mendekati akhir semester pertama tahun ini, utilisasi kapal sudah mencapai 35 persen. Berbeda bila dibandingkan sepanjang tahun lalu yang hanya di kisaran 20-25 persen.

Menurutnya, rendahnya utilisasi kapal tahun lalu dikarenakan fluktuasi harga dan produksi minyak sehingga membuat bisnis perusahaan melambat.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

"Dua minggu terakhir, harga kan mulai membaik meski sekarang mulai turun. Apalagi, ada Pemilu juga, beberapa tender ditunda. Tapi, setidaknya utilisasi kapal sudah 36 persen, semoga sampai akhir tahun bisa capai 63 persen," ujarnya, di Jakarta, Jumat (21/6).

Ia optimis bisa meningkatkan utilisasi kapal di segmen offshore mengingat perolehan kontrak yang akan dan sudah terealisasi.

Bahkan, pemerintah juga tengah negosiasi untuk mengelola beberapa blok produsen minyak dan gas bumi. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi perusahaan.

Baca Juga : BNI Berikan Fasilitas Istimewa Buat Nasabah Emerald

“Tapi kami tidak bisa menyebut berapa kontrak-kontrak yang kami akan realisasikan,” kilahnya. Selain itu, pendapatan di segmen kapal offshore juga tumbuh hingga 434 persen secara year on year (yoy) di kuartal I lalu.

Perseroan mencatat, pendapatan mencapai 950.571 dolar Amerika Serikat (AS). Jauh dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 177.916 dolar AAS Di sisi lain, pihaknya juga akan merestrukturisasi utang tahun ini dengan melakukan penjualan sekitat dua set kapal (total empat kapal).

Dengan begitu, hingga akhir tahun 2019 pihaknya hanya memiliki 17 kapal saja terdiri dari kapal offshore dan kapal tongkang.

Baca Juga : Komisi IV Dukung Temanggung Jadi Sentra Terbesar Bawang Putih

"Itu bagian dari rencana restrukturisasi utang. Tahun lalu, kami juga sudah menjual 5 set kapal tunda dan tongkang, yang sudah tua. Dengan nilai aset kapal mencapai 3,4 juta dollar AS," akunya.

Sementara di segmen kapal tunda dan tongkang, hingga kuartal I telah berkontribusi terhadap pendapatan sebesar 3,41 juta dolar AS. Sayangnya, jumlah itu turun 30,3 persen dari kuartal I tahun 2018 yang sebesar 4,90 juta dolar AS.

"Tapi, kami optimis utilisasi kapal ditargetkan masih sama dengan tahun lalu atau sebesar 74 persen," tandasnya. [IMA]