Baru Mendarat Dari Jenewa

Menteri Hanif Ngaku Belum Tahu Soal PHK Karyawan Giant

Menaker Hanif Dhakiri
Klik untuk perbesar
Menaker Hanif Dhakiri

RMco.id  Rakyat Merdeka - Industri ritel diujung tanduk. Supermarket Giant bakal menutup 6 gerainya di Jakarta dan Bekasi. Imbasnya, karyawan yang bekerja di semua gerai tersebut bakal dirumahkan atau kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Namun, Kemenakertrans belum mendapat laporan rinci soal adanya gelombang PHK dari penutupan Giant tersebut.Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan akan mengecek informasi itu. 

Baca Juga : Kemenhub Minta Thermal Scanner Dipasang Di Stasiun Dan Terminal

Menteri dari PKB ini mengaku, belum mendapatkan laporan mengenai adanya gelombang PHK karyawan Giant. Dirinya, memastikan akan mengecek mengenai kabar tersebut.“Saya belum cek karena saya baru datang (dari Jenewa). Jadi ini belum (dapat laporan),” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa PHK menjadi hal yang tak bisa dihindarkan seiring dengan masifnya perkembangan teknologi. Fenomena ini menggerus kesempatan kerja yang ada. 

Baca Juga : Supaya Makin Kinclong, Lippo Karawaci  Tunjuk CFO dan CIO dari Perusahaan Fortune 500

“Perkembangan teknologi informasi yang begitu masif pasti akan berdampak kepada pengurangan kesempatan kerja sejumlah sektor,” katanya usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin. 

Namun, kata Hanif, di sisi lain perkembangan teknologi juga membuka kesempatan lagi para pekerja di masa depan. Untuk itu, orang yang datang dan pergi dalam sebuah pekerjaan adalah hal biasa. Asal si karyawan PHK punya kemampuan baik, dia bisa masuk ke berbagai kesempatan kerja yang baru. 

Baca Juga : Imbas Corona, Bawang Putih Bikin Inflasi Turun 0,28 Persen

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, bisnis online bukanlah penyebab utama tutupnya enam gerai Giant. “Itu bukan alasan yang dominan,” ujarnya. 

Menurutnya, bila benar bisnis online berpengaruh signifikan seharusnya pemain retail sejenis juga akan menutup gerai-gerai mereka. Namun, kenyataannya tidak. Tutum menduga penyebab utama penutupan gerai Giant karena perusahaan melakukan efisiensi terhadap induk perusahaan. “Gerai yang dianggap tidak menjanjikan, itu yang mereka tutup,” ungkapnya. [KPJ]