CSR Pertamina RU IV Cilacap Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan

Klik untuk perbesar
Pertamina memberikan Pelatihan Inovasi Sistem Pertanian Terpadu di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (25/6). (Foto: Humas Pertamina)

RMco.id  Rakyat Merdeka - CSR Pertamina yang mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, kembali memberikan bantuan berupa Pelatihan Inovasi Sistem Pertanian Terpadu di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (25/6).

Acara yang diikuti oleh Kelompok Rukun Tani Maju ini, merupakan salah satu program CSR bidang pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dua tahun berturut- turut. Bantuan yang diberikan antara lain berupa kegiatan studi banding ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Di kampus tersebut, kelompok tani penerima manfaat melakukan sharing session dengan Ahli Pertanian, Prof Suprayogi.

Selain itu, juga ada bantuan 10 unit Rubuha ( Rumah Burung Hantu), peralatan pendukung pertanian dan pelatihan inovasi pertanian terpadu, serta bantuan bibit unggul Inpago Unsoed I. "Kelompok kami membutuhkan ilmu untuk memajukan pertanian, dan meningkatkan hasil panen. Bantuan berupa dana pembuatan Rubuha dari CSR Pertamina sudah diterima, dan akan digunakan setelah musim panen selesai," ujar Ketua Kelompok Rukun Tani Maju, Rusmono.

Berita Terkait : Pertamina Resmikan Pom Bensin Pesawat Di Sorong

Selanjutnya, dia meminta pendampingan kepada petugas dari Pusat Pengembangan Latihan Pertanian/ PLPP - Dinas Pertanian, Kabupaten Cilacap. Sementara Kepala Desa Menganti, Tumirah berpesan kepada warganya agar bantuan yang sudah diberikan Pertamina dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan benar - benar diterapkan dalam bertani. Sehingga, tujuan dapat tercapai, dan hasil panen melimpah seperti yang diharapkan.

Mewakili Unit Manager Communication Relation & CSR RU IV, Tengku Muhammad Rum mengatakan bahwa alam semakin lama semakin tua, dan tidak mampu lagi men-support kebutuhan manusia. Ditambah lagi, pemakaian bahan kimia untuk pupuk di dunia pertanian juga sudah merajalela. Akibatnya, ekosistem terganggu.

“ Maka melalui inovasi pertanian ini, marilah kita kembali ke alam. Apa yang sudah disediakan alam, mari kita manfaatkan. Pertamina sebagai penggerak saja. Hasilnya tergantung Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu mau kembali ke alam, back to nature ya silakan dipelajari dan diterapkan, apa yang nanti akan diberikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian," papar Rum.

Berita Terkait : Pertamina Mulai Uji Coba B30 di Terminal BBM

Selama sehari, kelompok ini mengikuti workshop dengan menyimak presentasi yang disampaikan Ruswanto dan Ratin dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, dengan materi pokok teknik pertanian yang benar dan teknik pemberantasan hama ramah lingkungan.

Dukungan Pertamina ini diberikan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Terutama ekosistem sawah, yang terdapat banyak sekali rantai makanan.

Padi adalah produsen terbesar di ekosistem ini. Sedangkan rantai makanan adalah interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu. Misalnya, jika ular atau burung sebagai pemangsa tikus diburu maka lama kelamaan akan hilang, populasi tikus akan naik dan kuantitas bahkan kualitas padi akan menurun. [HES]