Pasca Putusan MK Soal Pilpres

Ekonomi Bergeliat, Investasi Diprediksi Semakin Kinclong

Ilustrasi pergerakan investasi dan eskpor di pelabuhan.
Klik untuk perbesar
Ilustrasi pergerakan investasi dan eskpor di pelabuhan.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berakhirnya sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) langsung memberikan sinyal positif bagi investor. Diprediksi, investasi di Indonesia akan semakin kinclong. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, putusan MK berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Karena, hal tersebut memberi kepastian pada investor di pasar modal. 

“Tentunya ini akan memberikan hal yang positif bagi perekonomian, kepastian kepala negara akan memberikan sentimen baik dan kepastian untuk investor dan pelaku ekonomi,” katanya di Jakarta kemarin. 

Baca Juga : Tangani dan Cegah Corona, DKI Rogoh Kocek Rp 54 M

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, putusan MK memberikan kepastian pada pengusaha sehingga tidak lagi wait and see berinvestasi di Indonesia. 

Salah satu indikatornya adalah kenaikan perdagangan di pasar modal. Pasca putusan MK, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus naik menuju angka 6.400 pada Jumat (28/6). Selain itu, putusan MK juga membawa dampak positif bagi stabilitas politik Indonesia. 

“Aktivitas sudah berjalan normal dan perspektif positif lebih terbentuk di Indonesia, terutama dalam konteks stabilitas politik,” ujarnya. 

Baca Juga : 9 Bandara AP II Sabet 30 Penghargaan ACI, Soetta Raih Most Improved Airport in Asia Pasific

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, sejak kemarin pasar sudah merespons positif. “Tapi ini bukan Jokowi effect, melainkan situasi demo yang berjalan kondusif tidak ada kerusuhan,” katanya. 

Dengan keluarnya putusan MK itu, kata Bhima, pasar tinggal menunggu susunan kabinet baru bulan Oktober mendatang. Sehingga, kondisi politik bisa lebih stabil. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan akan memprioritaskan dunia usaha dalam lima tahun ke depan. Caranya, dengan mendorong ekspor dan investasi. Jokowi pun meminta bantuan para pengusaha untuk mendorong ekspor dan investasi sehingga bisa bersaing dengan negara lain. Menurut dia, nilai ekspor dan investasi Indonesia saat ini kalah dari negaranegara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. [KPJ]