Tarif Setrum Dipastikan Tidak Naik

Ilustrasi meteran listrik.
Klik untuk perbesar
Ilustrasi meteran listrik.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan ada kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun 2019. Pemerintah juga akan memberlakukan tarif penyesuaian atau tarif listrik tidak tetap (tarif adjustment) pada 2020 mendatang. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, penye suaian tarif listrik akan diberla kukan untuk 12 golongan pelanggan listrik non-subsidi, yakni Rumah Tangga R-1/TR (1.300 VA dan 2.200 VA), R-2/TR 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA dan R-3/TR 6.600 VA ke atas, Bis nis Besar, Industri Besar, Pe merintah, dan Layanan Khusus. 

Namun, tarif adjustment ini tidak termasuk dengan 26 golongan yang disubsidi. “Hal itu direalisasikan untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2020. Sementara ini Pak Jonan (Menteri ESDM) saat ini ambil kebijakan untuk menerapkan tarif adjustment,” kata Rida di Jakarta, kemarin. 

Baca Juga : Warga Minta Perbaikan Total, Jangan Setengah-setengah

Diterangkan Rida, pemerintah akan melakukan tarif adjustment dengan pola naik-turun per 3 bulan sekali.“Polanya akan turun-naik, diterapkan tiap 3 bulan. Harapan nya, beban APBN akan ber kurang. Tarif adjusment mudah-mudahan lancar dan kompensasi jadi nol,” terangnya. 

Rida pun menegaskan, penyesuaian tarif bukan berarti tarif listrik akan naik, karena bisa juga turun. Sebabnya, yakni menyesuaikan pergerakan kurs dan harga minyak. 

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyatakan penerapan tarif listrik golongan non subsidi menjadi tidak tetap (adjustment) merupakan sebuah keharusan, jika pemerintah sudah tidak lagi memberi kompensasi. 

Baca Juga : Shin Tae Yong: Fisik dan Mental Pemain Kunci Perbaikan Prestasi Sepak Bola Indonesia

Plt Vice President Corporate Communication PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan, kompensasi adalah penggantian Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik yang harus dibayarkan pemerintah kepada PLN. Langkah ini untuk menomboki selisih antara harga jual listrik ke masyarakat dengan BBP listrik. 

Hal ini merupakan dampak dari penerapan tarif listrik yang tidak mengalami perubahan sejak pertengahan 2016 sampai akhir 2019. “Karena tarif penjualan tenaga listrik yang lebih rendah dibandingkan harga keekonomiannya,” kata Dwi. 

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengurangi atau bahkan menyetop pemberian kompensasi tarif listrik kepada PLN. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menjelaskan, bahwa dua tahun lalu, terdapat kebijakan pemerintah untuk tidak ada kenaikan tarif listrik sampai saat ini. 

Baca Juga : Stunting Mesti Dilawan Keroyokan

“Karena tidak ada kenaikan, terjadi selisih antara harga keekonomian dengan tarif yang ditetapkan,” ujarnya. Selisih tarif dan harga keekonomian ini kemudian ditanggung oleh pemerintah lewat kompensasi tarif listrik yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). [NOV]