RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan infrastruktur internal asal Singapura, Princeton Digital Group (PDG) baru saja mengakuisisi 70 persen saham layanan daya center XL Axiata. Akuisisi demi kepentingan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dari dua perusahaan.

PDG bersama XL Axiata bakal membentuk JV Princeton Digital Group Data Center. Dana yang disiapkan untuk membentuk PDG Data Center tersebut mencapai 100 juta dolar AS, atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Chairman dan CEO PDG, Rangu Salgame menjelaskan, perusahaan patungan ini bakal mendukung eksistensi PDG di Indonesia. Nantinya, PDG akan menjadi operator data center untuk melayani perusahaan hyperscalers, unicorn domestik, korporasi dan perusahaan telekomunikasi.

Berita Terkait : Hasil Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Membaik Di Triwulan IV-2020

Rangu bangga bisa bekerja sama dengan XL Axiata. Sebab, pihaknya ingin memperbesar kapasitas data center yang dimiliki dan membangun satu data center hyperscale akhir tahun ini. Dia yakin perusahaan patungan ini akan memimpin pasar di Indonesia, dan menjadi salah satu operator data center terbesar di ASEAN.

“Bagi PDG, tujuan kami jelas untuk meningkatkan kompetensi mumpuni dalam infrastruktur internet global. Guna membangun portofolio pan-Asian multi billion digital infrastructure. Pengumuman ini adalah langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Rangu.

Pujian yang sama juga dilontarkan Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini. Menurutnya, perusahaan patungan ini menggabungkan pengetahuan dan sepak terjang XL Axiata dengan keahlian dan pengalaman PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi global.

Berita Terkait : Menteri PUPR Minta Pembahasan Kebijakan Libatkan Asosiasi

“Menjadikan entitas baru ini sebagai mitra pilihan untuk para penyedia layanan digital berskala besar dan perusahaan multinasional yang secara pesat memperluas operasi mereka di Indonesia dan di kawasan Asia,” tutur Dian.

Sekadar informasi. PDG bukan pemain baru di bidang infrasruktur internet. PDG telah bermitra dengan banyak perusahaan global untuk melayani data center dan kebutuhan infrastruktur lainnya di seluruh Asia.

PDG juga didukung Warburg Pincus, perusahaan investasi ekuitas swasta, dan telah membentuk kemitraan dan investasi di China, Singapura, India, dan Indonesia. PDG menilai Indonesia sebagai pasar penting. Mengingat Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025. [MEN]