Pertamina–PTPN III Sukses Lakukan Tes Pembangkit Listrik Biogas 2,4 MW

Klik untuk perbesar
Perwakilan Pertamina Power Indonesia (PPI) bersama PTPN III melakukan sukses melakukan engine test atau Factory Acceptance Test (FAT) atas komponen utama Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Spanyol, Jumat (5/7). (Foto: PPI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertamina melalui anak perusahaannya Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III sukses melakukan engine test atau Factory Acceptance Test (FAT) atas komponen utama Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berupa 2 unit gas engine yang akan digunakan di PLTBg Sei Mangkei, Sumatera Utara. 

Engine tes PLTBg dengan kapasitas 2,4 MW dilakukan di Siemens Gas Engine Factory Zumaia, Spanyol, Jumat (5/7)  yang disaksikan oleh tim Pertamina Power Indonesia  dan PTPN III. Setelah engine tes ini berhasil, milestone berikutnya adalah gas engine tersebut ditargetkan on site pada bulan September 2019.

Direktur Utama PPI Ginanjar menyatakan, PLTBg hasil kerja sama PPI dengan PTPN III ini, merupakan pembangkit energi baru dan terbarukan yang memanfaatkan limbah pabrik cair kelapa sawit dan rencananya akan segera beroperasi pada bulan November 2019. Kegiatan konstruksi dilaksanakan sejak Desember 2018 dan saat ini sudah dalam tahap fase akhir pembangunan sipilnya dan dalam tahap instalasi komponen utama pembangkit.

Berita Terkait : Pertamina Mulai Uji Coba B30 di Terminal BBM

“Kerja sama antara PPI dengan PTPN III merupakan suatu bentuk partnership yang ideal, karena merupakan kerjasama dua perusahaan nasional, lintas industri, dan dengan basis Business to Business,” ujar Ginanjar.  

Kerja sama ini, lanjut Ginanjar, diharapkan dapat memberikan manfaat multiplier effect terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan serta meningkatkan partnership diantara perusahaan nasional dan Anak Perusahaan BUMN.

“Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan leverage skema pendanaan proyek dari institusi keuangan nasional dan tidak tergantung pendanaan asing,” imbuh Ginanjar.

Berita Terkait : Pertamina Lakukan Survei Seismik Laut Regional 2D Terbesar di Asia Pasifik

Skema pendanaan nasional, papar Ginanjar, mungkin akan menghadapi tantangan keekonomian dan competitiveness project. Tetapi semua aliran dana ada di Indonesia, jadi harusnya ini tidak menjadi isu bagi para stakeholders.

Selain itu, kerja sama PPI dan PTPN III juga merupakan upaya untuk mewujudkan konsep Green Economic Zone di KEK Sei Mangkei  yang dapat menjadi rujukan pengembangan kawasan ekonomi yang mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan. 

“Ke depan, kedua belah pihak juga telah berencana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di KEK Sei Mangkei untuk meningkatkan bauran pembangkit energi baru dan terbarukan,” pungkas Ginanjar. [DIT]