RMco.id  Rakyat Merdeka - Proyek pengembangan Blok Masela yang diajukan oleh Inpex Corporation terus digarap. Blok Masela merupakan Investasi terbesar sejak Indonesia merdeka. Ditargetkan, proyek tersebut berjalan 2027.

Jokowi mengatakan, investasi senilai 18-20 miliar dolar AS merupakan investasi gas terbesar. Jokowi berjanji akan mengumumkan investasi dan rencana pengembangan Blok Masela secara khusus. 

“Saya akan bicara mengenai Masela karena sebuah investasi yang sejak kita merdeka paling besar,” katanya di Istana Negara, Jakarta, kemarin. 

Berita Terkait : Terima Kasih Pak Jokowi, Papua Sudah Teraliri Listrik

Jokowi mengaku, bakal terus mengawal pengembangan Blok Masela. Sehingga, proyek tersebut bisa mulai berjalan pada 2027. Apalagi, dampak ekonomi dari dimulainya proyek Blok Masela bakal menguntungkan Indonesia. Persetujuan pemerintah terhadap Plan of Development (PoD) Blok Masela yang diajukan Inpex merupakan babak baru setelah 20 tahun tidak ada kepastian terhadap proyek tersebut. 

Dalam PoD, pemerintah dan Inpex sepakat nilai investasinya berkisar 18-20 miliar dolar AS. Indonesia akan menerima sekitar 39 miliar dolar AS atau setidaknya 50 persen dari keuntungan yang didapat dari produksi Blok Masela. 
Selain itu, ada juga dampak lanjutan proyek Blok Masela seperti pembangunan industri petrokimia. Pengembangan industri petrokimia juga akan jadi salah satu keunggulan pengembangan gas abadi di Blok Masela. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menargetkan, penyerapan tenaga kerja dari proyek tersebut, bisa mencapai lebih dari seratus ribu orang. Jokowi meminta Inpex untuk mengembangkan proyek Blok Masela dengan sumber daya manusia dan konten lokal. 

Berita Terkait : Jokowi Happy, 7 Perusahaan Mau Relokasi Pabrik ke Indonesia

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah melaporkan perkembangan Blok Masela kepada Jokowi. Jonan juga membawa Chief Executive Officer (CEO) Inpex Corporation Takayuki Ueda dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dalam pertemuan pada Selasa (16/7) lalu. Blok Masela direncanakan mulai berproduksi pada 2027. 

SKK Migas menargetkan produksi gas Blok Masela berupa LNG sebesar 9,5 MTPA dan gas pipa sebesar 150 mmscfd. Untuk mengembangkan Blok Masela, SKK Migas mengestimasi nilai investasi sekitar 19,8 miliar dolar AS. 

Kepastian nilai investasi baru akan diperoleh setelah Inpex menyelesaikan proses Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan terjadi pada 2022. Untuk mencapai keekonomian proyek, Inpex mendapatkan sejumlah insentif seperti pajak, besaran bagi hasil, dan investment credit. [KPJ}