PT Penjamin Infrastruktur Siap Menjamin Proyek MRT

Direktur Utama PTPT Penjaminan Infastruktur Indonesi   Armand Hermawan (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Direktur Utama PTPT Penjaminan Infastruktur Indonesi Armand Hermawan (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Penjamin Infrastruktur Siap Menjamin Proyek MRT PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia menyatakan kesiapannya menjamin proyek MRT. 

Penjaminan tersebut,  diberikan dengan mempertimbangkan kelayakan proyek dan kapasitas fiskal.

Direktur Utama PT Penjaminan Infastruktur Indonesi (persero) Armand Hermawan mengatakan,  pihaknya siap jika nanti ditugaskan untuk menjamin pinjaman dari PT MRT Jakarta. Terutama pinjaman itu digunakan untuk mengakselerasi penambahan jaringan MRT di Jakarta. 

“Namun, tentu perlu assessmen kelayakan proyek dan kapasitas  fiskal BUMD/APBD,” kata Armand Kamis (25/7).

Baca Juga : Bahas Abu Sayyaf, Mahfud MD Segera Sambangi Malaysia

Dia menjelaskan PT PII sendiri memang diberikan mandat untuk menjamin pinjaman yang diajukan badan usaha milik negara guna mendukung pendanaan proyek-proyek infrastruktur.

Dengan mandat baru ini, penjaminan pinjaman BUMN bisa dilakukan secara bilateral. Armand memberi contoh lewat mandat baru,

PII bisa memberi jaminan atas surat utang atau pinjaman yang diterbitkan PT Hutama Karya (Persero).  Sebelumnya, pada 2016 dan 2017, Kementerian Keuangan juga memberi jaminan atas surat utang yang diterbitkan oleh Hutama Karya.

Sebenarnya, Kementerian Keuangan sudah membuka ruang penugasan kepada PII untuk menjamin pinjaman yang dilakukan oleh BUMN.

Baca Juga : Presiden Xi: Kita Harus Kompak Perangi Coronavirus

Hal ini diatur dalam PMK No.180/PMK.08/2015 tentang Tata Cara Pemberian dan Pelaksanaan Jaminan Pemerintah atas Pembiayaan Infrastruktur Melalui Pinjaman Langsung dari Lembaga Keuangan Internasional ke BUMN.

Dalam beleid itu, Kemenkeu bisa memberi penugasan khusus kepada PII untuk memberi jaminan, baik jaminan penuh maupun jaminan sebagian. 

Sebelumnya, PT MRT Jakarta mengungkapkan ada 3 lembaga keuangan internasional yang berminat memberikan pinjaman untuk membiayai pembangunan MRT Fase 3, Kalideres-Ujung Menteng sepanjang 31,7 km. Namun, ketiga lembaga itu meminta adanya penjaminan dari pemerintah.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan ketiga lembaga itu yakni JICA, Asian Development Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank. Total pinjaman yang akan diberikan yakni Rp53 triliun. 

Baca Juga : Cegah Virus Corona Masuk Indonesia, Begini Saran Apindo

William mengatakan, ketiga lembaga itu membutuhkan penjaminan dari pemerintah. Menurutnya, pinjaman kepada lembaga keuangan internasional tersebut sangat diperlukan mengingat dalam kebutuhan dana untuk menambah jaringan MRT Jakarta sangat besar. 

“Target jaringan MRT Jakarta samlai 2029 sepanjan 231 kilometer dengan total anggaran Rp250 triliun. Karena itulah dibutuhkan sumber pendanaan selain dari APBN dan APBD seperti Investasi, KPBU dan Direct Landing,” kata William di Jakarta, Kamis (25/7).

Ditegaskannya, untuk mencapai target 231 KM jaringan MRT tidak bisa menggunakan cara seperti sekarang. Yakni, dalam waktu 10 tahun hanya terealisasi fase 1 dan 2 sepanjang 29,2 km. Perlu percepatan yakni proyek dikerjakan secara pararel.

“Kami berharap setiap tahun ada pengerjaan proyek baru. Fase 3 sampai 10. Karena itu membutuhkan anggaran yang sangat besar dalam waktu yang cepat,” tukasnya. (KPJ)